Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Proyek Kereta Cepat Dinilai Hanya Jadi Beban

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Minggu, 31 Januari 2016 |16:08 WIB
Proyek Kereta Cepat Dinilai Hanya Jadi Beban
(Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah menjamin proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dijamin akan menguntungkan buat Indonesia. Benarkah demikian?

Pengamat Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamudin Daeng menegaskan, Indonesia tidak akan mendapatkan keuntungan dari pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Menurutnya, Indonesia khususnya rakyat kecil justru akan mendapatkan beban.

"Proyek kereta cepat ini kita hanya dapatkan beban saja. Kalau keuntungan apa? Tidak ada," ucap Daeng di kawasan Cikini, Jakarta, Minggu (31/1/2016).

Daeng menjelaskan, beban yang dimaksud adalah pembangunan proyek kereta cepat akan memperbanyak barang-barang impor masuk dari luar negeri, khususnya China, serta beban dari investasi asing yakni pemerintah harus membayar bunganya.

Bahkan, dirinya menyebut, dengan dibangunnya kereta cepat ini akan membangkitkan industri di China yang kini tengah lesu.

"Jadi pembangunan kereta cepat ini sama saja membangun industri di China, banyak pekerja dari China ke sini. Tidak ada keuntungannya, yang paling keuntungannya kita cuma bisa naik kereta cepat. Padahal kereta cepat ini tidak memiliki urgensi sama sekali," paparnya.

Menurut Daeng, apalagi kini tengah beredar kabar pihak China meminta jaminan kepada pemerintah jika proyek tersebut gagal dibangun. Kabar ini tentu akan menjadi beban bagi APBN apabila harus menanggung investasi yang memakan sekira Rp70 triliun tersebut.

Senada dengan Daeng, peneliti anggaran dari Centre for Budget Analisys (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan, pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung tidak memiliki urgensi apapun. Terlebih lagi, moda transportasi dari Jakarta ke Bandung maupun sebaliknya sudah dipenuhi dengan transportasi lainnya.

"Kan sudah ada jalan tol, kereta, pesawat. Kenapa enggak sekalian saja langsung ke Surabaya. Kenapa mesti lewat Bandung," cetusnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung pasti memberikan untung jika terbangun.

Menurutnya, keinginan pihak China membangun proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tanpa meminta bantuan pemerintah atau bisnis to bisnis (b to b) merupakan bukti, bahwa China sudah melihat ada keuntungan di situ.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement