Selain pemotongan belanja, Arab Saudi telah meningkatkan produksi minyak, lebih dari 10 juta barel per hari pada Oktober. Hal ini tentu membuat peningkatan pasokan minyak di pasar global yang diproyeksikan menjadi 95 juta barel per hari pada kuartal pertama 2016, dan konsumsi sekitar 94 juta.
Sementara itu, perlambatan ekonomi di China sering disalahkan untuk menurunnya banyak permintaan. Di sisi penawaran, produsen shale Amerika Serikat (AS) telah terbukti lebih tahan lama dalam iklim ekonomi yang keras.
Tidak hanya itu, Iran juga telah memasuki pasar minyak dalam beberapa pekan terakhir sebagai pencabutan sanksi internasionalnya. Negara Republik Islam memproduksi sekira 1,1 juta barel per hari dan telah mengatakan tidak akan mempertimbangkan untuk memangkas produksi sampai tumbuh menjadi 1,5 juta.
Harapan awal dari kesepakatan antara negara-negara OPEC dan Rusia untuk mengurangi produksi juga pupus pada hari Jumat lalu ketika seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita Dow Jones bahwa negara tidak akan berpartisipasi.
Padahal, Arab Saudi telah mengatakan sebelumnya bahwa mereka akan setuju untuk memangkas produksi jika kedua anggota OPEC dan negara-negara non-OPEC akan melakukan hal yang sama.(rai)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.