nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siasat Agar Rumah Tahan Banjir

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Kamis 18 Februari 2016 08:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 02 17 470 1314747 siasat-agar-rumah-tahan-banjir-E6RUolGDvF.jpg (Ilustrasi: 123rf)

JAKARTA - Puncak musim hujan dengan curah tinggi telah tiba. Hal ini menyebabkan beberapa daerah rawan mengalami banjir dan turut merendam rumah warga. Oleh sebab itu, agar terbebas dari ancaman banjir, maka perlu disiasati dengan beberapa cara.

Design Director Atelier Riri, Novriansyah Yakub mengatakan, siasat pertama yang harus dilakukan adalah meninggikan pondasi rumah dari level jalan. Menurutnya, pastikan ketinggian bangunan tidak melebihi dari aturan yakni maksimal 1,2 meter dari permukaan jalan. Siasat ini agar menghambat jalannya air masuk ke dalam rumah.

"Yang pasti pertama harus diangkat dari level jalan. Maksimal kalau enggak salah 1,2 meter tingginya dari jalan diperbolehkan. Kalau di atas 1,2 meter dihitung lantai," ujarnya kepada Okezone, saat ditemui di kawasan SCBD kemarin.

Siasat kedua, lanjut dia, sebaiknya rumah juga harus mempunyai sumur-sumur resapan. Bila ini dilakukan, maka lingkungan sekitar tetap terjaga dari melimpahnya air limbah yang bersumber baik itu dari dalam rumah maupun lingkungan sekitar.

"Sehingga air yang ada di lingkungan, kalau over, enggak naik. Jadi air dari dalam rumah atau plumping-plumping rumah itu masuk ke resapan dulu, baru langsung turun ke bawah," tuturnya.

Akan tetapi di luar itu semua, ungkap Riri, ada poin terpenting agar rumah terhindar banjir, yakni bergantung pada lingkungan itu sendiri. Oleh sebab itu, dia mengimbau sebaiknya agar lebih memperhatikan lingkungan keseluruhan mencakup kota itu sendiri. Pasalnya, bila lingkungan kota itu sendiri tidak sehat, maka tentu akan memberikan dampak tidak hanya pada satu rumah saja, namun juga pada seluruh lingkungan di sekitarnya.

"Jangan membebani ruang sekitar rumah dengan air limbah yang punya kita. Jadi air limbah itu kita buang ke resapan. Standar DKI sekarang semuanya sudah harus mensyaratkan begitu. Dengan begitu, air di dalam tanah tidak jenuh," pungkasnya.

(dhe)

(rhs)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini