Share

BUMN Ini Awasi Pembangunan Pembangkit Listrik di Wilayah Terluar RI

ant, Jurnalis · Selasa 01 Maret 2016 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 01 320 1324818 bumn-ini-awasi-pembangunan-pembangkit-listrik-di-wilayah-terluar-ri-XHe8dwttW4.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Bachder Djohan mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan dan evaluasi pembangunan pembangkit listrik di wilayah-wilayah terluar Indonesia.

"Di Papua, kami akan mengawasi pembangunan pembangkit listrik tenaga minihidro di Kabupaten Puncak Pegunungan Bintang, dan Supriori. Ini wujud nyata dukungan BUMN untuk penyediaan listrik di pelosok-pelosok negeri," kata Bachder seperti dikutip Selasa (1/3/2016).

Selain di Papua, Sucofindo juga akan melakukan pengawasan pembangunan pembangkit listrik tenaga angin, tenaga surya, maupun minihidro di beberapa provinsi, seperti Maluku Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera.

Menurut Bachder, Sucofindo mendapat tugas melaksanakan pengawasan di 142 titik pembangunan pembangkit listrik tahun ini.

Di bidang konversi BBM ke BBG, Sucofindo ditugaskan Kementerian ESDM untuk melakukan pengawasan dan evaluasi pembangunan jaringan gas saluran rumah tangga, jalur pipa distribusi, dan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG).

Pada tahun ini, Sucofindo akan mengawasi dan mengevaluasi pembangunan jaringan gas saluran rumah tangga di Balikpapan, pembangunan jaringan pipa distribusi gas di Jabotabek, serta pembangunan SPBG di Prabumulih dan Bekasi.

Di sektor energi, lanjut dia, Sucofindo berpengalaman panjang melakukan penilaian keandalan aset dan instalasi. Selain itu, BUMN yang berdiri sejak 1956 ini memiliki laboratorium migas yang diakui internasional.

"Sebagai laboratorium independen yang terakreditasi, kami juga menyediakan teknologi mutakhir untuk pengujian geotermal dan lingkungan," katanya.

Saat ini, guna memberikan layanan terbaik kepada pelanggan di sektor energi, Sucofindo memiliki peralatan operasional yang mutakhir, seperti pesawat tanpa awak (UAV) yang dapat dimanfaatkan di antaranya untuk pemetaan wilayah. Selain itu, Sucofindo memiliki peralatan survei dan akuisisi data seismik tiga dimensi terkini untuk mengetahui cekungan kandungan minyak.

Menurut dia, untuk mempercepat teralisasinya konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar gas yang lebih efisien dan ramah lingkungan, serta meningkatkan penyediaan tenaga listrik dalam rangka ketahanan energi nasional, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) menugasi sejumlah BUMN, termasuk PT Sucofindo (Persero), untuk membangun dan melakukan pengawasan dan evaluasi proyek pembangunan pembangkit listrik dan infrastruktur distribusi gas.

Sebagai BUMN di bidang jasa pemastian, Sucofindo ditugasi melakukan pengawasan dan evaluasi pembangunan beberapa pembangkit listrik di Indonesia, seperti pembangkit tenaga listrik tenaga mikrohidro, tenaga surya, dan tenaga bayu (angin) di berbagai daerah, di antaranya Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, Papua, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara.

Selain itu, kata dia, Sucofindo ditugasi melakukan pengawasan dan evaluasi pembangunan jaringan gas saluran rumah tangga, pipa distribusi gas, dan pembangunan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) di sejumlah daerah. (dan)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini