Share

Sektor Properti Berkontribusi 38% ke Pendapatan LPKR

Rizkie Fauzian, Jurnalis · Kamis 03 Maret 2016 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 03 470 1326824 sektor-properti-berkontribusi-38-ke-pendapatan-lpkr-SNT68QBBbM.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatatkan kontribusi dari sektor properti sebesar 38 persen kepada pendapatan perseroan pada 2015. Pendapatan properti perseroan tercatat Rp3,4 triliun.

Presiden Direktur LPKR Ketut Budi Wijaya menjelaskan, tahun ini merupakan tahun yang penuh tantangan bagi sektor properti. Kondisi makroekonomi global yang lemah terutama disebabkan oleh merosotnya harga minyak dan komoditas, telah memperlemah nilai tukar Rupiah yang pada gilirannya berimbas pada laju perekonomian Indonesia, serta pada tahap selanjutnya mengurangi laju permintaan terhadap properti. Hal ini membuat pendapatan properti perseroan mengalami penurunan sebesar 51 persen, terutama karena tertundanya penjualan aset ke REITS di 2015.

"Dengan kondisi perlambatan di bisnis properti, pendapatan recurring semakin memainkan peranan penting dalam menyeimbangkan pendapatan bisnis kami serta menjaga rasio kontribusi 50-50 dari pendapatan properti dan pendapatan recurring. Hal ini, sekali lagi membuktikan pentingnya memiliki arus pendapatan yang seimbang terutama pada saat sektor properti melambat," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (3/3/2016).

Tanpa memperhitungkan penjualan aset ke REITS, pendapatan dari Divisi Urban Development naik 16 persen menjadi Rp2,6 triliun, yang terutama didukung oleh pendapatan Lippo Cikarang dari sektor residensial yang naik 46 persen menjadi Rp1,4 triliun. Pendapatan dari divisi Large Scale Integrated turun sebesar 42 persen menjadi Rp773 miliar pada tahun 2015 dimana pengakuan pendapatan dari Kemang Village telah menurun menjadi Rp239 miliar dibandingkan dengan Rp718 miliar pada 2014, yang disebabkan telah selesainya sebagian besar dari proyek fase pertama.

Pendapatan divisi Komersial LPKR sedikit menurun sebesar 9 persen menjadi Rp607 miliar. Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan sektor Mal sebesar 22 persen menjadi Rp240 miliar, di mana pendapatan dari mal Kemang Village tidak lagi dibukukan di 2015. Sementara itu, pendapatan hotel stabil sebesar Rp367 miliar.

Bisnis Asset Management yang terdiri dari town management dan portofolio dan properti management, tumbuh sebesar 14 persen menjadi Rp756 miliar pada 2015 hal ini sebagai dampak dari semakin membesarnya total kelolaan aset di bawah portofolio REITS.

Sebelumnya, Lippo Karawaci mengumumkan penjualan aset propertinya berupa pusat perbelanjaan senilai Rp800 miliar kepada dana investasi real estat (real estate investment fund/REIT) yang tercatat di Bursa Saham Singapura. Developer milik Grup Lippo itu berpotensi mendapatkan untung sebesar Rp307 miliar dari selisih nilai asetnya per September 2015.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini