Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dua Pemuda Sulap Limbah Kayu Jadi Miniatur Truk

Deny Irwansyah , Jurnalis-Jum'at, 11 Maret 2016 |05:47 WIB
Dua Pemuda Sulap Limbah Kayu Jadi Miniatur Truk
Ilustrasi (Foto: Antara)
A
A
A

KOTA BATU – Dengan memanfaatkan limbah kayu, dua pemuda di kota Batu, Jawa Timur kini menjadi perajin miniatur truk yang kebanjiran pesanan secara nasional. Omzetnya pun sudah mencapai jutaan Rupiah per bulan.

Di garasi rumah yang kecil di Jalan Wukir Gang IV, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu menjadi tempat bagi kakak beradik Yusuf Hanafi dan Amirudin untuk menyulap limbah kayu menjadi kerajinan bernilai jual tinggi. Kayu-kayu limbah mebel, dipotong dan dirangkai sedemikian rupa sehingga menjadi miniatur truk yang sangat mirip dengan aslinya.

Mereka pun mengaku, ide membuat miniatur truk ini tanpa sengaja didapatkan ketika iseng membuat mainan untuk adik mereka.

“Awalnya iseng membuatkan mainan untuk adik, miniatur truk dengan limbah kayu mebel di sekitar rumah,” ujar Yusuf Hanafi.

Teknik pembuatannya dilakukan secara manual, mulai dari memotong, mengelem, hingga menghaluskan. Mereka membuat miniatur truk dengan skala 1:10 dan skala 1:20. Untuk kabin truk, kakak beradik ini membuatnya dari fiber glas dengan cetakan sederhana buatan sendiri.

Namun siapa yang menyangka, dari garasi kecil dan pengerjaan manual serta dengan peralatan sederhana kini miniatur-miniatur truk karya kakak beradik ini kebanjiran pesanan dari seluruh pelosok Indonesia.

Pesanan dari penggemar miniatur truk ini mulai dari kolektor hingga pengemudi truk. Pesanan pun berasal dari kota-kota besar di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan hingga berbagai pelosok tanah air. Harga jual truk buatan mereka berkisar Rp750 ribu hingga Rp2 juta. Tiap bulannya mereka mampu menjual lebih dari sepuluh unit miniatur truk.(rai)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement