Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Adhi Karya Incar Bangun Real Estat di Sekitar Proyek LRT

Dedy Afrianto , Jurnalis-Sabtu, 12 Maret 2016 |16:06 WIB
Adhi Karya Incar Bangun Real Estat di Sekitar Proyek LRT
(Ilustrasi: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan operator kereta ringan Light Rapid Transit (LRT) akan berada di bawah tanggung jawab PT Kereta Api Indonesia (KAI). Dengan begitu, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) yang sedianya ingin menjadi operator pun harus berpuas dengan hanya menjadi kontraktor pembangunan proyek.

Kendati demikian, Adhi Karya tetap membidik peluang lain dari pembangunan LRT. Menurut Direktur III Adhi Karya Joko Prabowo, saat ini perseroan berencana akan mengembangkan sektor properti yang terdapat pada daerah sekitar pembangunan proyek LRT.

“Ada bisnis TOD (Transit Oriented Development) yang kalau LRT berjalan, akan jadi sumber baru bagi Adhi Karya, realty (real estate), properti yang ada di sekitar trase LRT,” kata Joko dalam konferensi pers pada peringatan ulang tahun perseroan ke-56 di kantor pusat Adhi Karya, Jakarta, Sabtu (12/3/2016).

Pembangunan moda transportasi tanpa masinis ini nantinya akan dapat mengangkat nilai properti pada daerah sekitar trase LRT. Adhi Karya pun meyakini bahwa pengembangan proyek LRT ini akan meningkatkan minat masyarakat ibukota, khususnya pengusaha, untuk berinvestasi pada sektor properti.

“Baru pertama di Indonesia ada properti di sekitar (proyek LRT), sehingga kalau Anda tinggal di sekitar (jalur LRT) dan ambil apartemen di Bekasi Timur, ke Jakarta 30 menit. Ini akan jadi suatu keuntungan signifikan bagi kami dan berikan sumbangan ke publik ini,” imbuh Joko.

Sekadar informasi, selain sektor properti, pembangunan LRT ini juga akan memberikan multiplier effect bagi penggunaan konsumsi bahan bakar di Indonesia. Bahkan, apabila LRT menjadi pilihan utama masyarakat ibukota, maka diperkirakan pemerintah dapat menghemat hingga Rp1,7 triliun.

“Dengan adanya LRT, diharapkan penyebaran masyarakat bisa merata. Kemacetan diselesaikan, dan penghematan dari segala sisi. BBM saja secara pernah dihitung perkiraan Rp1,7 triliun penghematan dari macet,” tukasnya.

(dhe)

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement