China Diharapkan Bangun Pabrik Pengolahan Rumput Laut

ant, Jurnalis · Kamis 07 April 2016 15:49 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 07 320 1356678 china-diharapkan-bangun-pabrik-pengolahan-rumput-laut-TGROtF0VyN.gif Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - China (Tiongkok) yang menjadi pemborong terbesar rumput laut di Asia asal Indonesia diharapkan berinvestasi dan membangun pabrik pengolahan rumput laut di dalam negeri.

"Terus terang, Tiongkok menguasai 70 persen rumput laut ekspor asal Indonesia. Mereka mengolahnya menjadi karagenan," ujar Direktur Industri Makanan, Hasil Laut dan Perikanan Kementerian Perindustrian Abdul Rochim kepada Antara di Jakarta, Kamis (7/4/2016).

Disampaikan Rochim, China memiliki industri penghasil karagenan yang kuat, sehingga jika berinvestasi di dalam negeri, banyak manfaat yang akan dirasakan.

 [Baca juga: Republik Belarus Incar Rumput Laut NTB]

Rochim memaparkan, karagenan merupakan rumput laut berbentuk bubuk, yang kerap menjadi campuran dalam panganan sehari-hari seperti sosis nuget ayam, roti dam campuran bumbu.

"Potensi pengembangannya sangat besar di Indonesia. Sehingga kami dorong terus untuk industri pengolahannya masuk," ujar Rochim.

Menurut data Kementerian Perdagangan, China termasuk dalam tiga negara di Asia yang memborong rumput laut produksi dalam negeri dengan nilai kontrak hingga USD58 juta atau senilai Rp782,71 miliar, disusul Malaysia dan SIngapura.

Transaksi pembelian rumput laut kering ini dibeli oleh tiga importir asal China, yakni Green Fresh Foodstuff Co. Ltd, Xiamen DSC Import & Export Co. Ltd, dan Fujian Province LVQI Food Colloid Co. Ltd dari PT Phoenix Jaya dengan total nilai kontrak sebesar USD24,6 juta.

 [Baca juga: Dugaan Pelanggaran Perdagangan Rumput Laut, KPPU Gelar Sidang Pendahulu]

Selain itu, pembelian dari Shanghai Brilliant Gum Co. Ltd atas produk rumput laut PT Rika Rayhan Mandiri sebesar USD24 juta.

Sementara perusahaan Singapura Gills & Fins Pte. Ltd melakukan melakukan kontrak kerjasama dengan PT Jaringan Sumber Daya senilai USD500 ribu.

Perusahaan lain yang tercatat melakukan penandatangan kontrak pembelian rumput laut di antaranya adalah, PT Sumber Makmur sebesar USD5 juta, PT Agro Niaga sebesar USD3,4 juta dan PT Simpul Distribusi sebesar USD1 juta.(rai)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini