Sehingga Samarkand maju dalam bidang seni arsitektur. Pada masa itu, Samarkand sudah memiliki monumen-monumen arsitektur yang megah, salah satunya Masjid Bibi-Khanym. Rekonstruksi besar-besaran terjadi selama 35 tahun, hingga kematian Timur di 1405 CE.
Masjid berukuran raksasa ini berbentuk segi empat dengan ukuran 109 x 167 meter persegi dan bagian minaret menempel pada portal (pintu gerbang utama) yang sangat besar. Ketinggian minaretnya mencapai 19 meter, sedang pintu gerbangnya setinggi 35 meter.
[Baca Juga: Arsitek Seribu Masjid Ahmad Noe'man Meninggal Dunia]
Pada 1897, ketika gempa bumi besar melanda wilayah Uzbekistan, sebagian dari bangunan masjid ini runtuh. Pada 1974, Pemerintah Uzbekistan melakukan rekonstruksi terhadap bangunan masjid itu.