JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) merupakan bank berplat merah yang mendapatkan mandat khusus untuk penyaluran pembiayaan program satu juta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Namun untuk awal tahun ini penyaluran pembiayaan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) alias KPR subsidi terbilang cukup sedikit.
Direktur Utama BTN Maryono mengungkapkan, penyaluran pembiayaan BTN untuk KPR bersubsidi dari awal tahun hingga 18 Maret 2016 baru mencapai 32 ribu unit. Namun jika ditambahkan dengan pembiayaan yang masih dalam tahap konstruksi berjumlah 45 ribu unit. (Baca juga: BTN Syariah Bakal Salurkan Pembiayaan KPR)
Hal itu diakuinya lantaran biasanya permintaan pembiayaan KPR terbilang kecil di awal tahun. Namun Maryono yakin pembiayaan KPR bersubsidi untuk program 1 juta rumah bakal terus berjalan untuk mencapai target yang dicanangkan perseroan sekira 600-700 ribu unit.
"Program 1 juta rumah kami terus bergulir. Walaupun situasi di bulan-bulan pertama tahun ini melambat, tapi kami tegaskan penyaluran kredit KPR terus tumbuh," imbuhnya.
Menurut catatannya, pembiayaan KPR BTN di kuartal I-2016 meningkat 20 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Namun Maryono belum bisa menjelaskan secara rinci. (Baca juga: Strategi BTN Dorong Penyaluran KPR)
"Secara detilnya nanti, sekalian dengan laporan kinerja Kuartal I-2016," tukasnya.
Sementara untuk mendorong penyaluran pembiayaan untuk KPR bersubsidi tersebut, Maryono mengaku akan memperluas target segmen pangsa pasar yang sebelumnya hanya menargetkan Pegawai Negeri Sipil (PNS).
"Kalau tahun kemarin kami fokus di PNS, tau sekarang kami tambah para pekerja yang gabung dengan BPJS dan masyarakat dengan pendapatan tidak tetap," pungkasnya.
(Rizkie Fauzian)