Bambang mengakui target pengurangan penggunaan solar subsidi tersebut memang terbilang kecil. Pasalnya pengguna solar subsidi merupakan kendaraan-kendaran niaga dan kendaraan umum, sehingga untuk memberikan pemahaman melalui sosialisasi lebih sulit dilakukan.
"Kita harus bicara dengan pengemudi, yang kebanyakan mereka lihat komplit angkanya berapa penghematannya. Kalau untuk Premium lebih mudah, karena paling penggunanya mahasiswa," imbuhnya.
Kendati begitu, Bambang mengaku yakin di tahun selanjutnya penggunaan solar subsidi akan berkurang lebih besar hingga 20 persen dan beralih ke Dexlite. Pasalnya dengan harga Rp6.750 sebenarnya pengguna akan mendapatkan manfaat yang lebih besar. Karena dengan cetane number 51 dan tingkat kandungan sulfur 1.200 ppm, Dexlite lebih efisien dan memaksimalkan performa mesin diesel.
"Ya ini paket lengkap, sudah lebih murah, kualitas lebih tinggi dan menjadi pahlawan lingkungan karena ramah lingkungan. Kurang apa lagi," tandasnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.