Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekonomi Gonjang, Orang Arab Tetap Borong Berlian

Koran SINDO , Jurnalis-Rabu, 20 April 2016 |13:52 WIB
Ekonomi Gonjang, Orang Arab Tetap Borong Berlian
Ilustrasi: (Foto: Reuters)
A
A
A


JAKARTA - Arab Saudi mungkin menghadapi tantangan ekonomi terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, sedikit sekali pembicaraan mengenai penurunan pendapatan minyak atau penghematan anggaran saat acara gemerlap tahunan Jewellery Salon di Riyadh.

Para perempuan yang mengenakan gaun abaya hitam tradisional berjalan hilir mudik melintasi sejumlah showroom di hotel mewah Riyadh, saat beberapa petugas keamanan berpatroli. Tergantung diam di kotak kaca kecil adalah potongan jamrud 30 karat yang menghiasi anting berlian yang ditawarkan Moussaieff asal London. Moussaieff adalah salah satu dari lebih 20 vendor di pameran tahun ini. Harga perhiasan itu dibanderol USD3,5 juta (Rp46 miliar).

”Orang kaya selalu kaya. Jika Anda memiliki sangat banyak uang Anda tidak pernah terpengaruh. Saat orang lain kehilangan uang, orang lainnya menghasilkan uang,” tutur sales Moussaieff, Leslie Kegg, dikutip kantor berita AFP. Sebagai kekuatan ekonomi terbesar di dunia Arab, Saudi telah beberapa dekade menikmati keuntungan dari industri minyak yang masif.

Kendati demikian, penurunan harga minyak mentah global dalam dua tahun terakhir telah menekan Riyadh untuk memangkas belanja dan mengintensifkan upayanya mencari sumber pertumbuhan ekonomi alternatif. Harga minyak dalam dua tahun terakhir turun dari lebih USD100 per barel pada awal 2014 menjadi sekitar USD40 pada bulan ini. Riyadh membukukan rekor defisit anggaran pada 2015.

Dengan proyeksi penurunan lagi USD87 miliar pada tahun ini, pemerintah mengambil langkah menaikkan harga penjualan bahan bakar hingga 80 persen pada Desember dan memangkas subsidi untuk listrik, air, dan layanan lain. Pemerintah Arab Saudi juga menunda beberapa proyek besar dan meningkatkan privatisasi serta memberlakukan beberapa pajak.

Awal pekan ini Kerajaan Saudi mengumumkan visi untuk pembangunan ekonomi dan sosial masa depan, termasuk Program Transformasi Nasional yang bertujuan mendiversifikasi ekonomi selain dari minyak. Saat ini pendapatan dari minyak masih menyumbang lebih 70 persen dari total pendapatan negara. Semua masalah itu pun tak banyak memengaruhi Nouf Albaiz saat dia dan dua perempuan muda lainnya melihat-lihat kalung, cincin, dan jam tangan mewah berhias berlian di pameran itu.

Albaiz sudah menyiapkan dana sekitar USD1.300 (Rp17 juta) untuk membeli perhiasan yang menarik di pameran itu. ”Total yang dihabiskan setiap tahun untuk membeli perhiasan tergantung berapa acara pernikahan yang harus kami hadiri,” tutur Albaiz. Manajer Marketing Saudi untuk Grup Ali bin Ali asal Qatar Marwan Meneimneh menyatakan, dampak kondisi ekonomi masih kecil.

”Kami masih baik. Bagi kami, ini bukan tentang penjualan. Ini tentang hadir dan mendapatkan lebih banyak klien. Ada naik dan turun,” tuturnya di antara brandbrand internasional yang dikelola grup itu. ”Saya berharap tahun ini saat warga Saudi yang menggelar pernikahan di London menjadi klien tetap. Kami telah memiliki basis konsumen sangat besar,” kata Kegg.

(Fakhri Rezy)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement