JAKARTA - Pasar saham Indonesia terus menunjukkan tren penguatan. Hal ini ditandai dengan penutupan perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 34 poin atau 0,7 persen ke 5.014,46.
IHSG ditutup dengan transaksi sebesar Rp5,288 triliun dari 6,076 miliar lembar saham diperdagangkan.
Indeks LQ45 naik 4 poin atau 0,6 persen ke 860, Jakarta Islamic Index (JII) naik 4 poin atau 0,6 persen ke 693, indeks IDX30 naik 2 poin atau 0,5 persen ke 458, dan indeks MNC36 naik 1 poin atau 0,6 persen ke 288.
Sektor-sektor penggerak IHSG kompak menguat, dengan sektor manufaktur yang memimpin penguatan, disusul sektor konsumer, keuangan naik lebih dari 3 persen. Hanya sektor infrastruktur naik 2 persen.
Di Asia, Indeks Nikkei naik 20 poin atau 0,1 persen ke 15.587, indeks Hang Seng naik 358 poin atau 1,75 persen menjadi 20.794, indeks Shanghai SSE turun 1 poin atau 0,07 persen ke 2.929, dan indeks Straits Times naik 48 poin atau 1,7 persen ke 2.841.
Adapun saham-saham yang bergerak di jajaran top gainers, antara lain saham PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS) naik Rp1.650 ke Rp9.900, saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.075 ke Rp69.000, dan saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp375 ke Rp16.875.
Sedangkan saham-saham yang berada di deretan top losers, antara lain saham PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp325 menjadi Rp14.800, saham PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) turun Rp225 menjadi Rp5.575, dan saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp150 menjadi Rp20.000
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.