Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

TERPOPULER: Alasan Apel China Tak Ikut Semarakkan Lebaran di Indonesia

Feby Novalius , Jurnalis-Rabu, 06 Juli 2016 |18:23 WIB
TERPOPULER: Alasan Apel China Tak Ikut Semarakkan Lebaran di Indonesia
Ilustrasi apel. (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Asosiasi Eksportir-Importir Buah dan Sayuran Segar Indonesia (Aseibssindo) mengungkapkan secara umum konsumsi buah di hari raya Ramadan dan Lebaran kebanyakan masih di dominasi buah subtropis atau buah-buah yang tidak bisa di tanam di Indonesia alias impor.

"Kalau buah secara umum untuk hari raya, kebanyakan sekarang ini sifatnya kedaerahan. Secara umum jeruk, apel, anggur masih paling banyak di konsumsi. Kalau kita datang ini sementara apel Australia, Selandia," ujar Ketua Aseibsindo Khafid Sitoruddin kepada Okezone.

Khafid menambahkan, meski buah subtropis diminati, buah-buah lokal seperti pepaya, pisang juga banyak dikonsumsi atau relatif sama perbandingannya dengan buah subtropis.

Sementara itu, Khafid mengatakan di Lebaran kali ini tidak ada buah impor asal China khususnya apel. Menurutnya, keterlambatan pengurusan sertifikat produk agro (Certificate of Analysis/CoA) membuat buah asal Negeri Tirai Bambu tidak ada di Idul Fitri ini.

"Kalau apel China baru saja disetujui impornya. Karena CoA masing-masing negara baru diterapkan dan kebetulan untuk China lambat, sehingga semester pertama ini belum ada. Mungkin masuk di semester kedua," ujarnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement