Banyak Warga Pendatang, Kontrakan di Bekasi Laris

Kamis 14 Juli 2016 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 14 470 1438022 banyak-warga-pendatang-kontrakan-di-bekasi-laris-gn2ROinmrY.jpg Ilustrasi: Shutterstock

CIKARANG - Pemilik kontrakan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat kebanjiran warga pendatang yang hendak tinggal dan ingin mengadu nasib di daerah setempat.

"Kontrakan itu dibanderol Rp700.000 hingga Rp900.000 dengan ukuran 4x3 meter dan fasilitas kamar mandi dalam saja," kata pemilik kontrakan Cikarang Utama, Kabupatrn Bekasi, H Karim (50) di Kabupaten Bekasi, Kamis (14/7/2016).

Menurut dia, kontrakannya sudah habis dipesan oleh warga pendatang dari Jawa Tengah (Tegal, Brebes, Semarang) dan Jawa Barat (Garut, Tasikmalaya, Ciamis) sejak Senin hingga saat ini. (Baca juga: Bekasi Revisi Desain Landmark di Gerbang Masuk Utama)

Pendatang baru ini mendapat informasi tentang peluang kerja dari sanak saudara yang sudah lebih dahulu mengadu nasib di pemerintah daerah setempat.

Dia menjelaskan, disekitarnya hanya ada 300 kontrakan dan 500 kamar kos yang dimiliki, dengan fasilitas yang berbeda. Fasilitas itu antara lain, jika kontrakan hanya ada kamar mandi dalam saja.

Dan bila kamar kost ada dua fariasi, yang pertama tempat tidur, lemari, kipas angin. Namun yang kedua hanya berbeda di AC (Air Conditioner).

Ia menambahkan, ini sudah biasa terjadi setelah Lebaran usai, dikarenakan banyak perusahaan yang membuka peluang kerja dengan berbagai fasilitas.

Rata-rata pendatang memesan kontrakan ataupun kamar kos hanya sebulan, dikarenakan masih dalam tahap melamar pekerjaan.

"Kontrakan yang menjadi incaran warga pendatang ini biasanya Cikarang Utara, Selatan, Tambun, dan Cibitung," katanya.

Ini dikarenakan daerah itu sering menjadi sasaran warga pendatang untuk melamar pekerjaan ke perusahaan. Dan juga perusahaan yang sering membuka peluang kerja dengan fasilitas maupun gaji yang menggiurkan. (Baca juga: Bekasi Verifikasi Potensi Aset Lahan 52 Ha)

Rata-rata gaji yang ditawarkan Rp3.500.000 dengan fasilitas, uang lembur, transport, makan dan uang kos maupun kontrakan. Jadi rata-rata pendapatan karyawan baru Rp7,5 Juta setiap tahunnya belum dipotong pajak.

Ini diungkapkan karena sering mendengar dari warga pendatang yang oernah bekerja di perusahaan sekitar kawasan industri daerah setempat.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini