Bahkan presiden yang dinilai telah meretas rantai sekulerisme di Turki tersebut mengundang siapapun yang memiliki kekuatan dan keberanian untuk datang dan menghancurkan bangunan ini. Demikian dilansir dari NPR, Senin (25/7/2016).
Menurut Architect Tezcan Karakus Candan, gaya arsitektur bangunan ini mewakili dari berbagai era, termasuk beberapa gaya arsitektur zaman Ottoman seperti Dolmabahce Palace dan Topkapi Palace. Menurut Candan beberapa kolom raksasa yang melengkapi bangunan di luar mengingatkan kita gaya arsitektur fasisme di zaman Hitler.
Erdogan meresmikan bangunan yang biasa disebut White Palace ini pada 2014. Mencakup 1,6 mil persegi yang memiliki 1.100 kamar dan walpaper sutra mahal seharga 2.000 Pound Sterling atau setara dengan Rp34,6 juta per roll.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.