Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jadi Ikonik, Setiap Rumah di Paris Punya Cerobong Asap

Rizkie Fauzian , Jurnalis-Selasa, 02 Agustus 2016 |00:19 WIB
Jadi Ikonik, Setiap Rumah di Paris Punya Cerobong Asap
Foto: Amusing Planet
A
A
A

JAKARTA - Sebuah elemen arsitektur sepele namun menjadi ikonik di Eropa yakni sebuah cerobong asap. Di Paris khususnya, hampir setiap rumah dan bangunan dihiasi oleh cerobong atap.

Penggunaan cerobong asap hampir terjadi di semua rumah maupun bangunan, bahkan mustahil jika satu atap dari ibukota Prancis tersebut tanpa cerobong asap. Saking banyaknya, mungkin tidak ada yang dapat menghitung jumlah cerobong asap tersebut.

Seperti dilansir dari Amusing Planet, Selasa (2/8/2016), cerobong asap pertama kali muncul di Eropa pada abad 13. Sebelumnya, banyak rumah menggunakan tanah liat atau batu bata untuk memasak, kemudian menjadikannya sebagai penghangat ruangan. Namun, asap dari perapian tersebut menutupi rumah dan keluar melalui lubang atap maupun jendela.

Kemudian, cerobong asap hanya digunakan untuk rumah-rumah bangsawan. Sempat menjadi mode, cerobong asap kemudian dibentuk menjadi sebuah tumpukan dari bata pada masa Tudor.

Hingga pada abad ke 18, beberapa ilmuwan percaya jika ruangan penuh asap akan semakin membuat ruangan menjadi hangat. Kelangkaan kayu membuat beberapa orang beralih menggunakan batu bara, namun asap yang ditimbulkan membuat ruangan menjadi hitam, sehingga pada masa Benjamin Franklin dan Hitung Rumford desain cerobong dibuat lebih modern.

Harga batu bara juga mengalami kenaikan, sehingga hanya orang-orang kaya saja yang mampu memiliki cerobong asap. Dahulu kala, semakin banyak cerobong asap di rumah, menandakan semakin kaya pemilik rumah tersebut.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement