Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Boediono: Krisis 1998, Respons Indonesia Sangat Lambat

Dedy Afrianto , Jurnalis-Senin, 22 Agustus 2016 |11:38 WIB
Boediono: Krisis 1998, Respons Indonesia Sangat Lambat
Boediono (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Mantan Wakil Presiden Boediono hari ini bertindak sebagai pembicara utama dalam acara Grand Launching BI Institute. Boediono hadir untuk menggantikan BJ Habibie yang berhalangan hadir karena alasan kesehatan.

Dalam sambutannya, Boediono sempat menyampaikan beberapa kilas balik. Di antaranya amengenai krisis 1998 lalu.

"Anda (BI) harus pertama kali maju dan keputusan Anda sebagi respons awal ini sangat menentukan. Dalam krisis respons awal ini sangat penting. Kalau salah ini ekornya akan panjang. Seperti 1998, fast respons kita sangat lambat," kata Boediono di Kantor Pusat BI, Jakarta, Senin (22/8/2016).

[Baca juga: Agus Martowardojo Targetkan BI Institute Jadi Lembaga Terkemuka Dunia]

Menurutnya, dalam menangani krisis, bank sentral perlu dengan cepat mengambul peranan. Sehingga Indonesia mampu selamat dari hal-hal yang membuat perekonomian anjlok.

"Di sinilah bank sentral mengambil peranannya. Sekarang itu bank masih dominan dalam melakukannya payment dan settlement sistem yang tradisional. Ini akan berubah. Siap-siap saja, karena payment sistem akan berubah (dengan menggunakan teknologi). Riil sektor harus siap pula," tutupnya.

(Raisa Adila)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement