BEKASI - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta agar pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya dapat melakukan kemudahan perizinan untuk percepatan Program Sejuta Rumah.
Basuki juga mengatakan, kemudahan perizinan tersebut juga menjadi tema yang digunakan pada peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2016. Basuki mengakui, pasalnya banyak dan sulitnya perizinan merupakan kendala utama pengembang perumahan membangun rumah rakyat. (Baca juga: Hari Perumahan Nasional, Menteri Basuki Groundbreaking Rusunami di Bekasi)
"Pemecahan masalah dan kendala perumahan rakyat yang ada sekarang ini tentunya tidak dapat dilakukan hanya secara parsial dan sektoral melalui kegiatan-kegiatan yang sifatnya tidak berkelanjutan dan pembangunannya tersebar. Namun harus dilakukan melalui sinergitas yang terpadu semua pihak yang terkait," kata Basuki saat Groundbreaking Rusunami Sentraland Bekasi, di Bekasi, Senin (22/8/2016).
Basuki menuturkan, selain perizinan, beberapa masalah lain yang menjadi kendala Program Sejuta Rumah meliputi keterbatasan pembiayaan dan regulasi. Sehingga, menurut dia, Program Sejuta Rumah memerlukan dukungan semua pihak, baik pemerintah daerah maupun non-pemerintah.
"Kemudahan perizinan ini dari sekitar 33 izin digantikan sekitar 13 izin, harinya dapat sangat kita kurangi dari 700 lebih jadi sekira kurang dari 100 hari. Mudah-mudahan ini tidak hanya laporan tapi juga implementasinya," tutur Basuki.
Untuk sekadar diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) angka backlog perumahan pada 2014 sebanyak 11,4 juta, di mana pemerintah menargetkan angka tersebut dapat ditekan menjadi 6,8 juta pada 2019. (Baca juga: Anggaran untuk Sektor Perumahan Selalu Berkurang Tiap Tahun)
"Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman telah menyatakan bahwa Negara bertanggungjawab melindungi segenap Bangsa Indonesia melalui penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman agar masyarakat mampu bertempat tinggal serta menghuni rumah yang layak dan terjangkau," ujar Basuki.
(Rizkie Fauzian)