Arsitek terinspirasi dari sarang burung gagak yang membangun sarang burung mereka dengan bentuk menggantung. Pengamatan yang diterapkan pada desain bangunan ini meminimalisasi dampak dengan menghindari kontak langsung dengan pohon kamper setinggi 22 meter itu.
Karena berada di area lereng curam, rumah pohon benar-benar di buat sangat hati-hati yang hanya ditempatkan 10 meter di atas tanah dan menggunakan bahan struktur ringan. Rancangan arsitektur dapat beradaptasi fleksibel dengan bentuk pohon.
(Rizkie Fauzian)