Share

Pengembangan Batik Pewarna Alami Terkendala Bahan Baku

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 30 September 2016 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 30 320 1502729 pengembangan-batik-pewarna-alami-terkendala-bahan-baku-vBaIB7c5Rj.jpg Foto: Koran Sindo

SLEMAN – Perajin batik dengan pewarna alami di Dusun Plalangan, Pandawoharjo, Sleman, kesulitan bahan baku. Padahal batik tersebut memiliki ciri khas yang mampu mendorong ekonomi produktif masyarakat Plalangan.

Kepala Sentra Batik Plalangan, Jamaludin mengatakan, bahan baku masih menjadi kendala dalam pengembangan batik alami ini, yakni bahan baku pewarna alami. Sebab untuk warna tertentu sulit mendapatkannya sehingga hal itu mengganggu proses produksi. “Keunggulan batik alami, selain ramah lingkungan, untuk warna juga lebih soft sehingga menjadi daya tarik sendiri,” katanya, kemarin.

Jamaludin menambahkan, Desa Plalangan saat ini menjadi sentra batik alami. Hal ini tak lepas dari pelatihan membatik dari Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Sleman terutama yang memakai bahan pewarna alami. Beberapa ibu itu setelah mengikuti pelatihan, selain mempraktikkannya, juga mengajari ibu-ibu yang lain.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, bahan dasar pewarna batik alami ini memang masih menjadi kendala dalam pengembangan batik alami. Pemkab terus berupaya mencari bahan baku di antaranya bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi guna mengembangkan tanaman sebagai bahan dasar pewarna batik alami.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini