JAKARTA – Paris menjadi salah satu dari tiga kota di Eropa yang mencatatkan pertumbuhan harga rumah mewah yang paling lemah.
Berdasarkan hasil laporan Residential Research Prime Global Cities Index Q3 2016, oleh konsultan properti Knight Frank, ketiga kota tersebut, yakni Zurich, Moskow dan Paris, menempati urutan masing-masing ke-33, 34, dan 35 dalam index tersebut.
Hasil riset memperlihatkan dalam kurun waktu 12 bulan, yakni mulai September 2015 hingga September 2016, Zurich mengalami pertumbuhan -3,3%, sedangkan dalam waktu enam bulan terakhir Zurich pertumbuhannya -4,9%, dan selama kuartal ketiga -3,5%.
Sedangkan untuk Moskow, mengalami pertumbuhan jauh lebih lemah yakni sebesar -3,5% selama setahun terakhir. Namun berhasil mencatatkan pertumbuhan pada enam bulan terakhir dari Maret 2016 sampai September 2016 sebesar 1,9% dan 0,6% pada kuartal ketiga.
Paris menjadi kota di Eropa yang pertumbuhannya paling lemah yakni sebesar -3,8% selama setahun.
"Sementara kota yang paling kuar di Eropa pertumbuhannya adalah Dublin sebesar 5,5% dan Paris jadi paling lemah. Ini dikarenakan masih terguncang oleh keputusan Brexit serta tingkat suku bunga negatif," ujar International Residential Research Knight Frank Kate Everett-Allen.
Riset melibatkan 37 kota di dunia, Vancouver, Kanada jadi kota dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 31,6% selama setahun. Sedangkan Taipei, Taiwan jadi kota dengna pertumbuhan paling lemah di dunia sebesa 8,9%.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.