Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Industri Perikanan Belum Mampu Ekspor

Koran SINDO , Jurnalis-Kamis, 03 November 2016 |10:52 WIB
Industri Perikanan Belum Mampu Ekspor
Ilustrasi : Okezone
A
A
A

INDRAMAYU - Potensi perdagangan di sektor perikanan dan kelautan di Kabupaten Indramayu masih belum tergarap secara maksimal.

Potensi kelautan dan perikanan yang cukup besar di Kabupaten Indramayu masih belum dapat dikemas menjadi produk yang bernilai jual ekspor. "Pengusaha kita masih belum berani berspekulasi untuk ekspor produk-produk olahan perikanan dan kelautan.

Padahal potensi usaha di bidang ini cukup potensial," kata Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah (Diskopindag) Kabupaten Indramayu, Maman Kostaman saat kegiatan workshop Kewirausahaan yang digelar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Indramayu di Hotel Handayani Indramayu kemarin.

Maman mencontohkan sentra industri kerupuk di Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, menjadi produsen kerupuk terbesar di Indonesia. Omzet usaha per tahunnya mencapai Rp300 miliar. "Produksi kerupuk Indramayu menjadi yang terbesar di Indonesia.

Tapi Produksi kita belum mampu mencapai tingkatan atau level ekspor dan ini menjadi tantangan bagi pelaku usaha untuk bisa menembus pangsa pasar dunia," ucapnya. Potensi olahan lain yang cukup potensial adalah ikan asin dan olahan ikan laut lainnya. Jika digarap secara maksimal oleh pengusaha muda, maka geliat ekonomi kerakyatan juga bisa tumbuh.

Menurutnya pengusaha muda harus berani mengambil risiko bertarung di sektor riil dalam persaingan MEA. Jangan hanya bertumpu pada kegiatan usaha yang mengandalkan dari anggaran penerimaan belanja daerah (APBD).

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Indramayu Nurjaenudin Ari_ n mengatakan tantangan bagi pengusaha muda ke depan akan semakin ketat. "Potensi usaha yang ada di daerah cukup besar tinggal butuh inovasi dan modal usaha yang mumpuni," tuturnya. Dia menyebutkan dalam workshop kali ini, HIPMI Kabupaten Indramayu juga menghadirkan konsultan ahli soal Usaha Kecil Menengah (UKM) dari Belanda.

Diharapkan kehadiran konsultan ahli soal Usaha Kecil Menengah (UKM) dari Belanda bisa menggugah masyarakat untuk menciptakan usaha guna menghadapi persaingan dalam Masyarakat Ekonomi Asia (MEA).

“Workshop yang bertema "Optimalisasi Peran UKM dalam Menghadapi MEA" ini diharapkan dapat memberikan ilmu baru untuk meningkatkan manajemen dan kualitas produk. Paling tidak dari workshop ini mulai dari manajemen, kualitas produk, kemasan produk, sampai pada pemasaran, akan menjadi modal bagi pengusaha muda agar dapat bersaing dengan negara lain,” pungkasnya.

(Raisa Adila)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement