Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Impor Cangkul, Sejumlah Perajin Lokal Hentikan Produksi

Markus Yuwono (Sindo Radio) , Jurnalis-Senin, 07 November 2016 |09:54 WIB
Pemerintah Impor Cangkul, Sejumlah Perajin Lokal Hentikan Produksi
Sejumlah pengrajin besi di Gunugkidul berhenti memproduksi cangkul (Markus Yuwono/Okezone)
A
A
A

YOGYAKARTA – Kebijakan impor cangkul dari China dan Vietnam yang dilakukan pemerintah membuat sejumlah perajin besi di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, mengaku kecewa. Menanggapi kebijakan impor tersebut, para perajin memutuskan utnuk berhenti tidak memproduksi cangkul.

Salah satu perajin besi, di Desa Karangtengah, Kota Wonosari, Siswanto Anwar mengatakan, sejak masuknya cangkul impor beberapa tahun terakhir, menyebabkan para perajin mengalami penurunan omset yang cukup signifikan. Diakuinya, harga cangkul impor lebih murah dibandingkan hasil karyanya.

"Untuk segi kualitas, sebenarnya tidak kalah, tetapi karena omset terus menurun, kami tidak lagi memproduksi cangkul," katanya kepada wartawan, Senin (7/11/2016).

Ia menambahkan, saat ini pihaknya lebih berfokus untuk memproduksi sabit, parang dan juga perkakas pertanian lainnya yang lebih laku di pasaran. "Saat ini fokus memproduksi yang laku saja, semoga pemerintah tidak mengimpor sabit juga," harapnya.

Ia berharap, kebijakan impor cangkul yang dilakukan pemerintah di kaji ulang, agar para perajin kelas menengah tidak dirugikan dengan adanya kebijakan tersebut. Apalagi, selama ini pemerintah selalu mengkampanyekan penggunaan barang produksi lokal untuk menghidupkan kembali industri kerajinan lokal.

"Jangan sampai mematikan pengrajin lokal, kalau perlu ditambah modal," ujar dia.

Sementara, salah seorang Petani di Playen, Gunungkidul Suwito mengaku, ia lebih memilih membeli produk China yang dijual di toko banguanan karena harganya lebih murah. Untuk satu cangkul diberi harga Rp100 ribu sampai Rp150 ribu.

"Cangkul dari China lebih awet, saya pakai sejak 2 tahun lalu, kondisinya masih bagus," ucapnya.

(Fransiskus Dasa Saputra)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement