JAKARTA - PT Bank KEB Hana Indonesia berencana menerbitkan surat utang (obligasi) dalam bentuk dolar Amerika Serikat (AS) dan Rupiah dengan total Rp1,45 triliun.
Presiden Direktur Bank KEB Hana Indonesia Martin Lee mengatakan, dana hasil penawaran umum obligasi ini setelah dikurangi biaya emisi, maka seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka pengembangan usaha, terutama dalam pemberian kredit.
”Selain itu, dana obligasi tersebutjugaakandigunakanuntuk memperkuat struktur permodalan dengan diperhitungkan sebagai modal pelengkap,” kata Martin di Jakarta.
Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan akan menerbitkan obligasi subordinasi rupiah sebanyak-banyaknya Rp800 miliar, sedangkan dalam mata uang dolar AS sebesar-besarnya USD50 juta atau Rp650 miliar (kurs Rp13.000 per USD). Dengan demikian, total dana obligasi yang dihimpun mencapai Rp1,45 triliun. Adapun, jangka waktu obligasi subordinasi rupiah maupun USD masing-masing berjangka tujuh tahun.
Sementara untuk kupon obligasi dalam mata uang rupiah ditawarkan dalam kisaran 9,5-10,5%. Untuk mata USD, perseroan menawarkan kupon di angka 5,05-6,05%. Melalui aksi korporasi ini, Martin berharap penyaluran kredit perseroan dapat tumbuh hingga 25%. Dengan demikian, penyaluran kredit Hana Bank di Indonesia bisa mencapai sekitar Rp26,34 triliun hingga Rp27 triliun pada akhir tahun ini. Sebagai perbandingan, realisasi kredit hingga akhir tahun lalu mencapai Rp21,07 triliun.
Sementara rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) ditargetkanpada level18% pada akhir 2016. Perseroan mencatat rasio CAR sebesar 17,74% hingga akhir September 2016. Dalam pelaksanaan penawaran obligasi subordinasi, Bank KEB Hana Indonesia menunjuk PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Indo Premier Securities sebagai penjamin pelaksana emisi. Adapun, masa penawaran awal akan dilakukan pada 21 November-2 Desember 2016 dan masa penawaran 15-16 Desember 2016. Penerbitan obligasi tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 22 Desember 2016.
Di tempat yang sama, Direktur PT Bahana Securities Novita Lubis mengatakan, perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia untuk peringkat nasional jangka panjang KEB Hana di AAA (IDN) dan internasional jangka panjang mata uang asing issuer default rating (IDR) di BBB. ”Di mana peringkat tersebut lebih tinggi dari soverign rating Indonesia, yaitu BBB,” ujar dia.
(Dani Jumadil Akhir)