Namun tanpa diduga, sowan Gubernur tersebut memiliki maksud dan tujuan lain. Bahkan Sri Mulyani ditawari amplop berisi dolar agar pencairan DBH dipercepat.
"Ada seorang Gubernur datang ke saya terus mengatakan ‘Bu, DBH saya tolong dikirim dong bu,’ waktu itu pemerintah ada utang karena harga minyak tinggi banget sedangkan kita enggak punya uang cukup jadi di-delay," imbuhnya.
"Saya lihat oh cash negara ada, nanti akan masuk, lalu waktu pulang dia ninggalin amplop gitu, isinya dolar sih. Saya katakan 'Pak saya anggap ini keteledoran pertama ya, karena kalau enggak saya akan sampaikan ini ke KPK'," tegasnya.
Menurutnya, tidak perlu ada 'sowan' dan menawarkan amplop. Pasalnya, DBH sudah diatur dalam UU dan masing-masing daerah memiliki penghitungannya.
"Saya katakan, dealing with kita uang ini uang negara dan bukan uang saya, kalau ada di UU-nya Anda dapat sekian di tanggal sekian and you are going to get it," tegasnya.
(Raisa Adila)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.