JAKARTA - Terperosok dalam krisis uang tunai, pemerintah India telah mengumumkan rencana untuk membagikan USD50 juta untuk mendorong orang menggunakan uang digital.
Sebanyak dua juta orang India bisa mendapatkan keuntungan dari undian tersebut. Sementara, orang baru yang belum memiliki akun digital akan menggunakan nomor ID yang melekat di sistem e-payment pemerintah.
Melansir CNN, orang yang menggunakan sistem e-payment akan menerima nomor ID. Sebanyak 15.000 pemenang yang beruntung menerima masing-masing 1.000 rupee (USD15).
Setiap minggunya, ada 7.000 pemenang lebih, masing-masing menerima antara 5.000 rupee dan 100.000 rupee. Peritel yang menggunakan sistem itu juga memiliki kesempatan untuk memenangkan uang antara 2.500 rupee dan 50.000 rupee setiap minggu.
Undian ini diberikan oleh pemerintah sebagai hadiah Natal untuk bangsa yang akan dimulai pada 25 Desember dan berlangsung sampai 14 April 2017. Pada hari itu, akan ada enam hadiah lebih mulai dari USD17.000 menjadi jackpot senilai USD1,5 juta.
Sekadar informasi, Perdana Menteri India Narendra Modi tiba-tiba menarik dua uang kertas terbesar India pada 8 November yang berguna untuk mengatasi korupsi dan penggelapan pajak.
Namun, keputusan untuk melarang uang pecahan 500 rupee dan 1.000 rupee dan menggantinya dengan 500 rupee baru dan 2.000 rupee membuat 86% dari kas India terganggu serta terjun ke dalam kekacauan.
Transaksi yang terjadi di negara ini sangat bergantung pada uang tunai. Sehingga, penarikan uang kertas tersebut membuat anjloknya penjualan besar seperti mobil dan berlian.
"Saat ini hanya 5% dari pengeluaran konsumsi pribadi di India adalah digital," kata salah satu yang menjalankan kebijakan pemerintah Amitabh Kant.
"Tujuan kami adalah untuk melakukan pembayaran digital gerakan massa besar di negeri ini," tambahnya.
(Raisa Adila)