JAKARTA - Perkembangan teknologi, khususnya internet memang tidak terlepas dari kemampuan database server dan perangkat lunak yang disediakan. Pasalnya, jika tidak ditunjang dengan baik, maka kebutuhan akan internet tidak akan secepat saat ini.
Tidak heran banyak miliarder berasal dari bidang IT, sebut saja Mark Zuckerberg dan Bill Gates, yang memliki perusahaan raksasa Facebook dan Microsoft. Ada juga Oracle, perusahaan data base terbesar dan pembuat software kedua terbesar yang dibangun oleh Larry Ellison.
Selama berpuluh-puluh tahun Oracle telah mensupport perkembangan tekonologi dengan software dan date base buatan mereka. Bahkan, badan intelijen Amerika Serikat(AS) CIA, ikut menggunakan jasa Oracle.
Sayangnya, setelah pendiri sekaligus CEO Oracle Larry Ellison mengundurkan diri, banyak dari investor pun mempertanyakan bagaimana kelanjutan perusahaan tersebut setelah tidak dipegang pendirinya.
Pasalnya, banyak perusahaan teknologi yang kesuksesannya pudar setelah ditinggalkan pendirinya. Sebut saja Apple, yang pamornya semakin berkurang kala ditinggalkan Steve Jobs.
Oleh karena itu, akan menjadi tugas berat bagi Safra A Catz untuk membuktikan bahwa dirinya mampu membuat Oracle tetap berada di jalurnya. CEO Oracle ini digaji tunai USD971 ribu dan saham sebesar USD40 juta. Total pendapatannya per tahun mencapai USD41 juta atau Rp550,6 miliar (kurs Rp13.430 per USD). Artinya, per bulan dia menghasilkan Rp45,8 miliar.
Padahal, dirinya sendiri bukan orang yang bergelut dari dunia IT dari awal. Sebelum bergabung dengan Oracle, dia bekerja di Donaldson Lufkin & Jenrette, sebuah bank investasi global yang telah bergabung dengan Credit Suisse First Boston.
Di Donaldson, Lufkin & Jenrette, Catz menjabat sebagai Managing Director dari Februari 1997 sampai Maret 1999 dan Senior Vice President dari Januari 1994 hingga Februari 1997 dan sebelumnya menjabat berbagai posisi investment banking sejak 1986.
Dia masuk ke Oracle sebagai Senior Vice President dari April 1999 sampai Oktober 1999. Dia pun dianggkat menjadi Executive Vice President Oracle Corp dari November 1999 dan bertanggung jawab atas ekspansi bisnis global dan pengembangan perusahaan.
Beberapa tahun kemudian, Catz diangkat menjadi Direktur Oracle Corporation pada Oktober 2001. Catz kemudian dipindahkan untuk menangani PeopleSoft Inc sebagai Direktur sejak 30 Desember 2004 dan ditunjuk menjadi Presiden Oracle Corporation dari Januari 2004 sampai Juni 2005.
Pada 2006, dia ditugaskan untuk menangani anak usaha Oracle, Stellent Inc. sekaligus, menjabat sebagai Chief Financial Officer Oracle Corporation dari 15 November 2005 sampai dengan September 2008 dan juga menjabat sebagai yang Chief Interim Financial Officer dari April 2005 sampai Juli 2005.
Dia juga menjabat sebagia Anggota Dewan Eksekutif dari TechNet sejak 14 Maret 2013. Selain itu, Catz ditunjuk menjadi Direktur Independen Non-Eksekutif HSBC Holdings plc sejak 1 Mei 2008 sampai dengan 31 Desember 2015.
Setelah itu, dia pun ditunjuk menjadi presiden Oracle dan juga menjabat sebagai direktur keuangan perusahaan. Sebelum akhirnya menjebat sebagai chief executive officer dari Oracle Corporation dan anggota dewan perusahaan. (kmj)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.