PURWAKARTA - PT Jasa Marga Tbk sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) beberapa waktu lalu telah melaporkan kepada Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) dan laporan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) tentang hasil evaluasi jembatan yang telah dilakukan monitoring. Salah satunya ialah Jembatan Cisomang pada Jalan Tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi) tepatnya di KM 100+700.
Pada hari Kamis, 22 Desember 2016 diperoleh hasil bahwa telah terjadi pergeseran (deformasi) pada pilar kedua (P2) yang sudah melebihi batas izin yang disyaratkan, namun demikian vibrasi jembatan tersebut masih dalam ambang batas aman.
Hari ini, Minggu (1/1/2016), Okezone bersama beberapa awak media lainnya pun berkesempatan melakukan tinjauan langsung pada lokasi di Jembatan Cisomang, Purwakarta, Jawa Barat. Terlihat perbaikan tengah dilakukan pada beberapa tiang di bawah jembatan.
Jembatan dengan panjang sekira 252 meter ini tampak hanya bisa dilalui oleh kendaraan pribadi. Tak terlihat kendaraan besar seperti bus hingga truk yang melintasi jembatan ini karena masih tidak diperbolehkan.
Pada sisi jembatan, telah terdapat bangunan semi permanen. Bangunan ini digunakan seiring dengan proses perbaikan yang tengah dilakukan.
Hingga saat ini, proses perbaikan tengah dilakukan. Selain menyuntikkan lem beton dan pemasangan paku bumi, perbaikan juga akan dilakukan dengan memasang pondasi pada dingding sungai. Selain itu juga dipasang batubatu belah berukuran besar untuk memperkuat struktur bangunan. Pasalnya, pergeseran Jembatan Cisomang disebabkan adanya gerusan air yang naik dari sungai yang berada di bawah jembatan.
Rencananya, sore nanti Menteri Perhubungan Budi Karya akan tiba di lokasi untuk melakukan tinjauan langsung pada jembatan ini. Budi Karya menuju Cisomang setelah melakukan kunjungan ke Brebes.
Seperti diketahui, sebelumnya AVP Corporate Communication PT Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan, belum bisa dipastikan berapa biaya untuk perbaikan.
"Proses perbaikan masih berjalan terus dan kita belum bisa memperkirakan biaya, masih kita hitung," ujar Heru kepada Okezone.
Ia juga mengatakan target penyelesaian perbaikan selama 3 bulan. Proses pengeriman material dan perbaikan juga berjalan tanpa henti agar target waktu penyelesaian perbaikan dapat selesai tepat waktu.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.