Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bongkar Jalur Kereta Peti Kemas Priok, Bos Pelindo II: The Best Solusion

Feby Novalius , Jurnalis-Senin, 23 Januari 2017 |19:11 WIB
Bongkar Jalur Kereta Peti Kemas Priok, Bos Pelindo II: The Best Solusion
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Direktur Utama Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC Elvyn G Masassya mengaku jalur kereta api peti kemas Pelabuhan Tanjung Priok masih belum optimal dijalankan. Sebab keluarnya kargo dari Pelabuhan Tanjung Priok secepat yang diinginkan Pelindo II selaku operator pelabuhan.

Berdasarkan catatan, kargo mencapai 7.000-10.000 ribu per hari. Menggunakan kereta kapasitas maksimal hanya 30 box kontainer per hari. Oleh karena itu, Elvyn menyepakati keputusan Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Kemaritiman yang berencana mengexercise jalur petikemas tersebut.

"Jadi memang kita terbuka dengan berbagai moda transportasi, karena buat kami semakin cepat barang ke pelabuhan semakin bagus, karena itu transportasi menjadi banyak. Tapi khusus terminal kita tidak di desain untuk kereta jadi itu keterbatasan untuk implementasinya kita sepajak kajian ulang untuk the best solution untuk train seperti apa," ujarnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (23/1/2017).

Untuk mengerjakannya, pihak Pelindo II akan menggunakan konsultan independent. Dari situlah dapat dicarikan solusi final pembangunan jalur petikemas Tanjung Priok, dengan tujuan angkutan box bisa melebihi 30 box.

"Jadi pick problem setiap hari bisa selesai. Kita pikirkan solusi finalnya," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan berencana mengexercise (mengkaji ulang) jalur kereta api (KA) petikemas JICT. Tujuannya supaya tidak double handling (penangan ganda) yang dampaknya pada cost logistik perusahaan.

Luhut mengatakan, dalam rangka exercise jalur KA petikemas , pihaknya akan melibatkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Pelindo II.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement