Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Punya Kekayaan Laut Besar, Kenapa Wisata Bahari Indonesia Disalip Malaysia?

Lidya Julita Sembiring , Jurnalis-Selasa, 07 Februari 2017 |14:06 WIB
   Punya Kekayaan Laut Besar, Kenapa Wisata Bahari Indonesia Disalip Malaysia?
Ilustrasi kelautan. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melihat pengembangan wisata di Indonesia jauh tertinggal dengan negara asing lainnya. Salah satunya pengembangan wisata bahari Indonesia yang masih jauh tertinggal dibandingkan Malaysia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, selama ini potensi wisata Bahari yang dimiliki Indonesia kurang diperhatikan. Sehingga wisata dalam negeri tidak berkembang. Padahal Indonesia punya garis pantai terpanjang nomor 2 di dunia dan kekayaan alam bawah laut yang besar.

"Kita sudah terlalu lama memunggungi lautan, sehingga kita kalah dari negara tetangga, Malaysia," ungkapnya di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Selasa (7/6/2017).

Menpar menambahkan, kontribusi kita yang kurang membuat wisata Bahari hanya menyumbang dari pendapatan devisa sebesar 10% atau USD1 miliar.

Sedangkan di Malaysia,‎ wisata Bahari mampu berkontribusi besar terhadap pendapatan devisanya. Setidaknya saat ini pendapatan devisa dari wisata bahari di negara tersebut mencapai USD8 miliar per tahun.

"Malaysia, 40% pendapatan devisanya dari wisata Bahari. Jadi dari USD20 miliar, wisata Baharinya berkontribusi sebesar USD8 miliar. Ini 8 kali lipat dari Indonesia," tukasnya.

Pada 2019 pemerintah menargetkan pendapatan devisa Indonesia sebesar USD20 miliar. Dari jumlah tersebut 20% diharapkan disumbang dari wisata Bahari.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement