Share

BISNIS RUMAHAN: Rp14,6 Juta untuk Usaha Fotokopi-ATK, Balik Modal 7 Bulanan

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 12 Februari 2017 06:50 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 10 320 1615260 bisnis-rumahan-rp14-6-juta-untuk-usaha-fotokopi-atk-balik-modal-7-bulanan-PXMqdcVtt9.jpg Ilustrasi: (Foto: Antara)

JAKARTA – Bisnis fotokopi serta alat tulis kantor (ATK) cocok dikembangkan di sekitar sarana pendidikan seperti kampus atau sekolah serta wilayah perkantoran. Lokasi-lokasi tersebut dinilai sangat cocok untuk bisnis ini.

Target bisnis ini yang menjadi potential market adalah anak sekolah, mahasiswa, dan karyawan kantor. Biasanya mereka mencari perlengkapan untuk memenuhi kebutuhan perkerjaan dan kegiatan belajar-mengajar seperti pulpen, kertas lipat, lem, atau menggandakan kertas tugas.

Berikut ini Okezone paparkan tahapan untuk memulai bisnis fotokopi dan ATK beserta bujet yang harus disiapkan.

Tahap I: Memulai Bisnis

1. Survei ke tempat-tempat strategis, misalnya sekolahan dan depan kampus.

2. Analisisi kebutuhan barang-barang yang dibutuhkan konsumen.

3. Mencari tempat pembelian stok barang yang berkualitas dan harga miring.

4. Mempersiapkan sarana-sarana promosi pada konsumen.

Tahap II: Menyikapi Hambatan

1. Saingan Anda tidak hanya satu penjual alat tulis dan perlengkapan kantor, namun banyak juga orang yang membuka usaha sama.

2. Harga dasar barang sekarang tinggi, apalagi dengan adanya krisis global yang menyebabkan harga kertas naik. Hal ini akan berpengaruh pada tingkat pembelian Anda dan konsumen.

Tahap III: Strategi Bisnis

1. Manfaatkan momentum spesial, misalnya penerimaan siswa dan mahasiswa baru, tentu banyak sekali yang membutuhkan perlengkapan sekolah seperti buku alat tulis dan sebagainya. Di masa-masa seperti ini, Anda bisa menyediakan stok yang lebih banyak dari hari-hari biasa.

2. Jalin kerjasama dengan panitia penerimaan mahasiswa baru untuk informasi pembelian alat-alat orientasi pengenalan kampus dan pemasangan iklan di majalah sekolah.

3. Promosi bisa dilakukan melalui spanduk atau brosur.

Tahap IV: Analisis Bisnis

Modal Awal  

Etalase

Rp2.000.000

Mesin fotokopi

Rp3.000.000

Alat pemotong kertas

Rp   500.000

Alat jilid press

Rp2.000.000

                                       Total

Rp7.500.000

Peralatan mengalami penyusutan selama empat tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp1.500.000 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp7.500.000 – Rp1.500.000)/4 = Rp1.500.000 per tahun atau sama dengan Rp125 ribu per bulan.

Perkiraan laba/rugi per bulan

Asumsi rata-rata pendapatan Rp3000.000

Rp300.000 x 30 = Rp9.000.000

Biaya Operasional

Penyusutan barang

Rp125.000

Sewa tempat

Rp800.000

Stok barang satu bulan

Rp5.000.000

Listrik dan telepon

Rp500.000

Transportasi

Rp500.000

Lain-lain

Rp200.000

                                           Total

Rp7.125.000

Laba bersih Rp9.000.000–Rp7.125.000 = Rp1.875.000.

Perkiraan modal kembali

Rp13.500.000/Rp1.875.000 = 7,2 bulan.

Sumber:

Diolah dari buku 99 Bisnis Anak Muda, Malayahati dan Hendry E Ramadhan, Penebar Plus.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini