Dengan menyerap lebih kurang 600 orang tenaga kerja, Pertamina menargetkan pengerjaan proyek ini selesai dalam 23 bulan sejak penandatanganan kontrak pada 10 Oktober 2016. Investasi proyek ini tercatat mencapai Rp1,79 triliun rupiah.
“Kami telah melaksanakan seleksi yang ketat melalui proses pengadaan yang selalu berasaskan good corporate governance. Karena itu, kami yakin telah mendapatkan mitra-mitra terbaik untuk mengerjakan proyek ini dan kami optimistis dapat menyelesaikannya tepat waktu dengan kualitas yang telah ditetapkan,” ujar Plt Direktu rUtama Pertamina Yenni Andayani.
Kilang RU VI Balongan menjadi salah satu kilang Pertamina yang akan dikembangkan melalui megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dengan nilai investasi USD1,2 miliar. Tahun ini RDMP Kilang RU VI Balongan memasuki tahapan basic engineering design (BED) dan diharapkan selesai pada tahun 2020 dengan peningkatan kapasitas dari 125.000 barel per hari (bph) menjadi 240.000 bph.
Megaproyek RDMP dan pembangunan kilang baru (grass root refinery) ditargetkan dapat meningkatkan kapasitas kilang nasional menjadi 2 juta bph pada 2023. Selain Kilang RU VI Balongan, proyek RDMP dilakukan di Kilang RU IV Cilacap, Kilang RU V Balikpapan, dan Kilang RU II Dumai. Sementara NGRR ditetapkan di Tuban dan Bontang.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.