Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Selamat Milad Masjid Istiqlal!

Koran SINDO , Jurnalis-Rabu, 22 Februari 2017 |11:32 WIB
Selamat <i>Milad</i> Masjid Istiqlal!
Ilustrasi : Okezone
A
A
A

Soekarno melihat kenyataan bahwa kedua masjid terbesar di Indonesia saat itu dibangun dengan campur tangan Belanda. Kenyataan ini semakin mendorong Soekarno membangun masjid megah kebanggaan umat Islam dan rakyat Indonesia sesuai dengan karakter bangsa, didesain dan dibangun oleh bangsa Indonesia sendiri. Sebuah masjid yang menyimbolkan bangsa yang merdeka dan bukan warisan atau buatan kolonial Belanda.

Simbol Kemajuan Peradaban

Soekarno mengatakan jika candi Borobudur dapat berdiri ratusan tahun, Masjid Istiqlal akan berdiri kokoh hingga ribuan tahun. Soekarno mengambil perumpamaan Borobudur sebagai simbol kemajuan peradaban Indonesia di masa lalu. Soekarno hendak menyatakan bahwa peradaban Indonesia sudah maju di masa silam. Peradaban maju itu mandek dan dihancurkan oleh kolonialisme.

Peradaban yang maju tersebut akan lahir kembali setelah Indonesia merdeka. Karena itu, Soekarno membangun monumenmonumen untuk menunjukkan jati diri Indonesia sebagai bangsa yang besar. Seperti dikatakan oleh Indonesianis Ben Anderson, monumen- monumen yang dibangun di era Soekarno selain untuk memperingati peristiwa dan pengalaman masa silam, juga dimaksudkan untuk generasi anak-cucu (masa depan).

Monumen adalah suatu cara untuk menghubungkan antara masa lalu dan masa depan. Untuk itu kemegahan sebuah monumen adalah simbol yang menunjukkan peradaban besar sebuah bangsa (Benedict R.OG Anderson, 2000).

Ide untuk mendirikan Masjid Istiqlal awalnya dibicarakan oleh Soekarno dengan beberapa ulama besar pada tahun 1950 seperti KH Wahid Hasyim sebagai Menteri Agama RI, H Agus Salim, tokoh per-gerakan Islam senior, KH Anwar Tjokroaminoto, Ir Sofwan, dan KH Taufiqurrahman. Rencana pembangunan masjid ini dapat dianggap sebagai rasa syukur umat Islam atas kemerdekaan yang telah diraih, di mana umat Islam menjadi bagian penting dari perjuangan kemerdekaan bangsa.

Pada tahun 1953 dibentuklah panitia persiapan yang diberi nama Yayasan Masjid Istiqlal. Pada 7 Desember 1954 diadakan pertemuan besar yang diikuti sekitar 200 tokohtokoh Islam di Gedung Pertemuan Deca Park, Medan Merdeka Utara. Hasilnya, terbentuk Yayasan Masjid Istiqlal yang diketuai H Anwar Tjokroaminoto. Saat penentuan lokasi, terjadi perdebatan antara Soekarno dan Mohamad Hatta.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement