Fakta Penyebab Indonesia Masih Impor Gula

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Kamis 09 Maret 2017 18:09 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 09 320 1638670 fakta-penyebab-indonesia-masih-impor-gula-j13BckZJ2Q.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memaparkan industri gula dalam negeri masih minim. Terbukti sampai saat ini belum mampu memproduksi gula sebagaimana yang dibutuhkan.

Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasiā€Ž Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro mengatakan, produksi gula pada 2016 sebesar 2,2 juta ton, namun kebutuhan gula nasional sebesar 5,7 juta ton per tahun. Sehingga harus melakukan impor untuk bisa mencukupi kebutuhan gula baik konsumsi maupun untuk industri.

"Kita ini masih belum bisa produksi gula sebagaimana yang dibutuhkan Indonesia. Tahun lalu produksi BUMN 1,2 juta ton dan swasta 999,6 ribu ton. Kebutuhan guna nasional 2,8 juta ton untuk konsumsi dan 2,9 juta ton untuk industri. Masih butuh impor sekira 3 juta ton per tahun," ungkapnya di Gedung BUMN, Jakarta, Kamis (9/3/2017).

Menurutnya, pada 2016 pihaknya memiliki 45 pabrik gula yang mampu memproduksi sebanyak 1,2 juta ton dan gula produksi BUMN dikhususkan untuk konsumsi saja. Hal itu pun belum mampu menutupi kebutuhan gula konsumsi sebesar 2,8 juta ton tersebut.

"Pada 2016, dengan 45 pabrik, BUMN mampu memproduksi gula sebanyak 1,2 juta ton. Pada 2017 dengan berbagai efisiensi produksi gula BUMN ditargetkan mengalami peningkatan menjadi 1,6 juta ton," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini