JAKARTA - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) membagi dividen Rp900 miliar atau setara 45% dari laba bersih Perseroan tahun 2016 sebesar Rp2,1 triliun. Grup Agribisnis PT Astra International Tbk (ASII) ini akan menyetor dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp469 per lembarnya.
Kepala Riset Reliance Securities Robertus Yanuar Hardy mengatakan, pembagian dividen yang terbilang besar tersebut akan menjadi katalis positif bagi pergerakan saham AALI. Dia memprediksi akan terjadi penguatan saham AALI setelah aksi bagi dividen.
"Kalau dari sekarang kami perkirakan masih akan ada kenaikan 5% sampai 6% lagi," ujarnya saat dihubungi Okezone.
Mengacu kepada penutupan perdagangan kemarin, harga saham AALI berada pada level 14.500,00. Dengan prediksi kenaikan 5%-6% maka saham AALI berpotensi untuk menguat ke level 15.225 -15.370.
Penguatan ini diperkirakan akan terjadi dari tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) digelar hingga mendekati tanggal cumulative date (cum date). Tanggal tersebut menjadi tanggal terakhir pencatatan atas hak saham. "Tentu kalau mendekati cum date pasti akan banyak investor yang mencari saham AALI untuk menikmati dividennya," tambah dia.
Selain besaran dividen, Yanuar mengatakan bahwa kinerja perseroan masih cukup apik. Ditopang luas lahan perkebunan kelapa sawit. Dengan luasnya lahan, produksi AALI di atas rata-rata emiten CPO emiten lainnya.
Terlebih sepanjang 2016 harga jual rata-rata CPO Perseroan mengalami kenaikan sebesar 11,4% dari Rp6.971 per kilogram pada tahun 2015 menjadi Rp7.768 per kilogram. "Di sektor perkebunan kelapa sawit ini AALI paling besar baik dari segi market capital maupun kondisi fundamental perusahaan cukup bagus," jelas Yanuar.
Perusahaan publik yang bergerak dalam bidang perkebunan tersebut juga mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2016.
Pendapatan bersih perseroan naik sebesar 8,1% dari Rp13,06 triliun tahun 2015 menjadi Rp14,12 triliun 2016. Perseroan juga mencatat penurunan atas biaya operasional dan keuntungan dari selisih kurs akibat apresiasi Rupiah terhadap dolar AS. Sehingga, laba bersih perseroan 2016 naik secara signifikan sebesar 224% dari Rp619,1 miliar menjadi Rp2,01 triliun pada 2016.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.