nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fintech Tumbuhkan Inklusi Keuangan

Sabtu 15 April 2017 12:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 04 15 20 1668122 fintech-tumbuhkan-inklusi-keuangan-k2Iu7epXoi.jpg Foto: Dok Koran Sindo

Financial technology (fintech) atau teknologi keuangan sebenarnya sudah dikenal masyarakat Indonesia cukup lama.

Layanan semisal mobile banking, rekening ponsel, dan ebanking sudah digunakan masyarakat meski masih terbatas Industri fintechIndonesia juga diprediksi tumbuh subur pada tahun ini. Bank Indonesia (BI) memperkirakan nilai transaksi fintech akan mampu mencapai USD1,9 miliar atau setara Rp24 triliun sepanjang tahun ini. Menariknya, angka sebesar itu berpotensi meningkat melihat masih rendahnya angka literasi keuangan masyarakat Indonesia. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mayoritas masyarakat Indonesia masih berada pada tahap sufficient literate(literasi cukup).

Pada tahap ini masyarakat belum memahami instrumen-instrumen keuangan secara komprehensif. Adapun masyarakat pada tahap well literate (literasi cukup) hanya mencapai 22%. Angka ini jauh di bawah beberapa negara tetangga, seperti Filipina dan Malaysia yang telah mencapai masing-masing 30% dan 60%. Selain itu, penetrasi internet masyarakat juga masih minim. Menurut survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII ), hanya 132,7 juta penduduk Indonesia yang dapat mengakses internet. Potensi penerapan fintech di Indonesia sangat besar, mengingat luasnya ekosistem fintech itu sendiri.

Ekosistem ini mencakup beberapa klasifikasi produk yang umum ditemui, mulai dari jasa pembayaran dan pengiriman uang, manajemen investasi hingga lending di bidang-bidang spesifik, seperti pertanian dan perikanan. Salah satu produk fintech yang populer akhir-akhir ini adalah crowdfunding.

Melalui produk jasa ini, pihak yang membutuhkan dana dapat membuat akun, kemudian mengunggah berbagai informasi yang relevan mengenai tujuan penggunaan dana dan tenggang waktu pengumpulannya. Berbagai situs semisal Kitabisa.com, Wujudkan.com, dan Ayopeduli.com merupakan penyedia jasa crowdfunding populer di Indonesia.

Fintech juga telah melekat pada transaksi harian masyarakat dengan berbagai pilihan produk pengiriman uang dan pembayaran. Pemakaian uang elektronik yang semakin lumrah diaplikasikan pada fasilitas-fasilitas publik akhir-akhir ini semakin mempertegas luasnya penggunaan fintech di masyarakat. Produk-produk fintech juga telah menyentuh bidang-bidang yang spesifik. TaniHubdan iGrowmerupakan contoh produk fintechyang menyediakan akses modal di bidang pertanian. Selain itu, hadirnya Iwak juga menambah portofolio produk fintechdi bidang perikanan. Penyerapan teknologi keuangan di berbagai lapisan masyarakat mutlak diperlukan.

Peningkatan pemahaman masyarakat terhadap fintechakan mampu mendukung program pemerintah guna mewujudkan inklusi keuangan, terutama bagi masyarakat bottom of pyramid. Berbagai program telah dilakukan untuk mendukung keuangan inklusif di masyarakat bottom of pyramid. BI selaku otoritas moneter bersama Kementerian Keuangan membentuk enam pilar strategi nasional keuangan inklusif. Edukasi keuangan, fasilitas keuangan publik, pemetaan informasi keuangan, kebijakan yang mendukung, fasilitas intermediasi dan saluran distribusi, dan perlindungan konsumen menjadi pilar pada strategi tersebut.

Pesatnya perkembangan ekosistem fintechperlu didukung oleh inklusi keuangan masyarakat yang baik dan komprehensif sehingga dampak dari perkembangan teknologi tersebut dapat dirasakan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ario Ananda Alifianto

GenBI

Institut Pertanian Bogor

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini