Image

Pefindo Pertahankan Peringkat Perusahaan dan Obligasi Intiland Development

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 19 Mei 2017, 20:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 05 19 278 1695603 pefindo-pertahankan-peringkat-perusahaan-dan-obligasi-intiland-development-lVzHiGJOIO.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memutuskan untuk menahan peringkat PT Intiland Development Tbk (DILD) pada idA-. Hal serupa berlaku untuk obligasi I 2013 dan Obligasi II 2016. Pefindo menyampaikan bahwa peringkat idA- tersebut untuk periode 7 April 2017 hingga 1 April 2018.

“Outlook atas peringkat perusahaan kami pertahankan pada negatif untuk mengatisipasi jika profil keuangan perusahaan, terutama proteksi arus kas atas dan dari operasi (FFO) terhadap utang dan EBITDA terhadap beban bunga, tidak mengalami perbaikan ke tingkat yang sesuai untuk dapat bertahan di kategori peringkat A dalam beberapa kuartal mendatang,” ujar Analis Pefindo Yogie Surya Perdana belum lama ini.

Peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar DILD yang kuat di industri properti, kualitas aset yang baik, dan cadangan lahan yang cukup besar.

“Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh struktur permodalan yang agresif dan proteksi arus kas yang lemah, marjin yang lebih rendah dari perusahaan sejenis, dan risiko bisnis yang lebih tinggi karena kurangnya recurring income,” tambahnya.

Peringkat tersebut dapat diturunkan jika pendapatan dan EBITDA DILD secara signifikan lebih rendah dari yang diproyeksikan akibat kinerja penjualan yang lemah dan keterlambatan dalam penyelesaian proyek.

Peringkat tersebut juga bisa berada di bawah tekanan jika DILD menambah utang secara signifikn lebih tinggi dari yang diproyeksikan tanpa disertai dengan realisasi pendapatan dan EBITDA yang lebih tinggi, sehingga rasio struktur modal dan proteksi arus kas memburuk.

“Prospek dapat direvisi menjadi stabil jika DILD memperbaiki strukutr modal dan proteksi arus kas secara berkelanjutan didukung dengan meningkatnya kinerja presales disertai dengan menurunnya tingkat persediaan,” tukas dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini