Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jumlah Tenaga Aktuaris yang Tercatat Cuma 400 Orang, Masih Minim

Koran SINDO , Jurnalis-Senin, 22 Mei 2017 |14:57 WIB
Jumlah Tenaga Aktuaris yang Tercatat Cuma 400 Orang, Masih Minim
Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)
A
A
A

SOLO – Perusahaan asuransi AXA Indonesia terus mendorong bertambahnya tenaga aktuaris di Indonesia. Keahlian ini sangat diperlukan seiring berkembangnya industri jasa keuangan di Tanah Air.


Berdasarkan data yang terdaftar dalam Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI), saat ini jumlah aktuaris baru sekira 400 orang. Jumlah tersebut dinilai masih kurang karena kebutuhannya cukup tinggi. Chief Corporate Affairs Officer AXA Indonesia Benny Waworuntu mengatakan, kebutuhan industri terus meningkat seiring dengan semakin berkembangnya industri jasa keuangan. Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan tersebut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencanangkan program 1.000 aktuaris.

”Kami bekerja sama dengan UGM (Universitas Gajah Mada) dalam mengembangkan tenaga aktuaris profesional masa depan guna membantu perkembangan jasa keuangan nasional,” kata Benny di sela-sela program Siswa Cerdas Siswa Mandiri yang digelar di SMA Negeri 1 Surakarta, Jawa Tengah.

Menurutnya, profesi aktuaris memiliki peranan penting dalam menganalisis risiko dan pengambilan keputusan di industri jasa keuangan. Saat ini, kebutuhan aktuaris masih kurang sekira 600 orang lagi guna memenuhi kebutuhan sekira 140 perusahaan asuransi.

Sesuai ketentuan, satu perusahaan asuransi minimal harus mempunyai tenaga aktuaris. ”Pada kenyataannya, belum setiap perusahaan punya. Sehingga kami menjalin kerja sama dengan UGM dan OJK untuk mensosialisasikan profesi aktuaris,” katanya. Kelompok yang disasar pun bukan hanya kalangan perguruan tinggi, melainkan lebih awal di tingkat SMA. Dia berharap, ke depan dapat membantu negara untuk mencetak perencana keuangan yang cerdas dan bijak di masa depan. Selain di Solo, kegiatan serupa telah digelar di Yogyakarta dan Medan. Sehingga program di tiga kota besar di Indonesia telah diikuti 1.200 siswa SMA.

Selain itu, pada kesempatan tersebut, AXA Indonesia juga berkomitmen membantu meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui program Siswa Cerdas Siswa Mandiri. Program itu diisi sesi literasi keuangan dan tata cara mengelola keuangan dasar dengan baik. Wakil Dekan Bidang Keuangan Aset dan SDM Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM Yogyakarta Gunadi mengatakan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah memerintah lima perguruan tinggi, di antaranya UGM, Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Surabaya, Universitas Indonesia (UI) untuk membuka Jurusan Aktuaris.

UGM sendiri saat ini masih proses secara formal dan ditargetkan dapat mulai dibuka pada 2017. ”Selama ini, profesi aktuaris dihasilkan dari Jurusan Matematika dan Statistik,” ungkap Gunadi.

(kmj)

(Rani Hardjanti)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement