nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wejangan CEO Huawei: Selalu Fokus ke Konsumen

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 13 Juni 2017 11:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 06 13 320 1714606 wejangan-ceo-huawei-selalu-fokus-ke-konsumen-p3sZL5Ugvs.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Nama besar Huawei tidak terlepas dari tangan dingin dan tangan besi dari Ren Zhengfei selaku pendiri dan CEO Huawei.

Dengan prinsip berfokus pada kebutuhan pelanggan dan kualitas layanan produk yang diberikan, Huawei bisa sukses serta dikenal di dunia. Pandangan tersebut diperoleh Ren ketika dirinya berhenti sebagai tentara angkatan bersenjata China pada tahun 1980-an. Menurutnya, kebanyakan tentara saat itu tidak mengetahui cara menghasilkan uang lewat bisnis termasuk dirinya. Namun, beruntung ketika itu Ren memiliki pengalaman sebagai engineering corp.

“Tentara saat itu sama sekali tidak mengerti ilmu bisnis maupun kondisi pasar, saya pun belajar dan menemukan dua hal paling berarti dari pasar. Pertama adalah customer dan kedua adalah ketersediaan barang produk atau layanan,” ungkapnya saat memaparkan awal lahirnya Huawei di hadapan World Economic Forum . Berbekal dengan pengalaman kuliah dan profesinya di bidang engineering corps saat masih menjadi tentara, Ren mulai membangun Huawei. Fokus pertamanya adalah menciptakan divisi Research & Developmentyangkuat untukmenciptakanproduk dan layanan untuk dijual kepada customer.

Menurut Ren, dirinya cukup naif ketika berpikir bahwa industri layanan telekomunikasi yang dirintis Huawei sebatas menyediakan produk berupa perangkat saja. Padahal, ketika produk yang dibuat tidak sesuai dengan kebutuhan customer atau tidak memenuh standar, maka sistem telekomunikasi tidak akan terjalin. Pada titik ini Ren menyadari bahwa perusahaan telekomunikasi tidak dirintis hanya dengan menciptakan perangkat canggih dan gebrakan inovasi melainkan harus customer-centric atau berfokus pada kebutuhan konsumen.

Ya, istilah bahwa “konsumen adalah raja” tampak jelas mendarah daging di perusahaan Huawei. Bahkan, Ren memberikan teguran keras bagi mereka yang mengabaikan konsumen. “Ketika para pegawai membelakangi konsumen dan hanya memandang atasan mereka dengan harapan bahwa mereka akan mendapat prestasi bagus, itu salah. Justru mereka telah kehilangan kemampuan juang mereka,” tegas Ren, seperti dikutip dari buku “Huawei: Leadership, Culture, dan Connectivity”.

Bagi Ren, satu-satunya hal yang mampu meRmbuat Huawei bertahan sejak berdiri pada tahun 1988 bukan sekadar teknologi yang ditawarkan kepada customer di berbagai belahan dunia, melainkan kualitas layanan yang terus dijaga dan ditingkatkan oleh perusahaan tersebut. Apalagi industri telekomunikasi tidak selalu soal menyatukan berbagai kebutuhan dengan teknologi, tapi juga erat dengan kualitas layanannya. “Dari mana kita bisa memperoleh revenue? Sumber revenue kita tentu saja dari customer. Satu-satunya jalan agar mereka mau membelanjakan uang mereka pada kita dengan mudah adalah dengan menyediakan kualitas layanan terbaik kepada mereka,” imbuh Ren.

Huawei bukan satu-satunya perusahaan penyedia layanan teknologi komunikasi di dunia, bahkan Huawei bukanlah senior jika dibandingkan perusahaan di Eropa dan Amerika. Namun, Ren optimistis bahwa bersaing dengan kompetitor tidak sebatas pada teknologi melainkan dukungan serta kualitas layanan yang diberikan kepada customer Huawei.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini