nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Membaca Bahasa Tubuh dalam Etika Bisnis

Agregasi Rabu 14 Juni 2017 13:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 06 14 320 1715784 begini-membaca-bahasa-tubuh-dalam-etika-bisnis-HtdxuRbxus.jpg Ilustrasi (Foto: Flickr)

SETIAP bahasa tubuh seseorang mengandung arti tersendiri jika Anda jeli memerhatikannya. Termasuk dalam etika berbisnis. Simak penjelasan selengkapnya berikut.

Kebanyakan orang tidak memikirkan cara berkomunikasi dalam obrolan sehari-hari. Namun, mereka memerbaiki sikap berbicara saat berhadapan dengan atasan, rekan kerja, dan klien.

Setiap bagian tubuh Anda ‘berbicara’. Berikut beberapa aspek bahasa tubuh yang harus diperhatikan dalam konteks bisnis, seperti disarikan dari Workettiquette.co.uk.

Mata

Kontak mata dengan lawan bicara adalah penting. Ketika menatap wajah atasan, rekan kerja, atau relasi bisnis yang sedang menjelaskan suatu hal, maka Anda sedang menujukkan perhatian penuh atas apa yang sednag dibicarakan. Mereka akan merasa dihargai.

Ada perbedaan antara melihat dan menatap. Jadi, saat berbicara, Anda harus tetap mengalihkan pandangan beberapa kali. Kebanyakan pelaku bisnis menyarankan kalau Anda tidak bisa terlalu lama menatap mata, maka fokuskan pandangan pada hidung atau mulut. Hal ini bisa membuat Anda tetap terikat pembicaraan, dan lawan bicara tak merasa diabaikan. Intinya, Anda harus tetap berusaha menjaga konsistensi pandangan selama terliba pembicaraan. Setidaknya mata Anda harus menatap lawan bicara selama 60 persen dari lama waktu obrolan.

Sebaliknya, Anda juga bisa menilai bahasa tubuh lawan bicara. Jika dia tidak menatap Anda, maka indikasinya lawan bicara tidak berkata jujur atau menyembunyikan sesuatu.

Ekspresi wajah

Tersenyum tidak membutuhkan banyak tenaga. Anda hanya harus menggerakkan sedikit otot untuk tersenyum. Senyuman adalah cara positif untuk mengirim pesan yang tepat di segala aspek kehidupan. Jadi, sebaiknya Anda menampilkan senyum terbaik saat berbicara dengan atasan, rekan kerja, atau relasi bisnis.

Sebaliknya, gerakan bibir yang salah juga akan mengirimkan pesan yang tidak baik. Jika Anda menarik bibir ke salah satu sisi, maka Anda akan terlihat berpikir keras tentang apa yang akan diucapkan. Lawan bicara juga bisa menganggap Anda menyembunyikan sesuatu.

Kepala

Saat Anda harus melakukan presentasi atau pidato, maka tegakkanlah kepala Anda. Hal ini akan membuat Anda tampak percaya diri dan berwibawa. Anda juga harus tetap menegakkan kepala saat sedang posisi bertahan. Misalnya, ketika Anda mendapat teguran dari atasan. Dengan begitu Anda akan terkesan siap menerima kritik yang disampaikan.

Sementara jika sedang mendengar penjelasan atasan, rekan kerja, atau relasi bisnis, maka bisa memiringkan kepala sedikit. Hal ini akan membuat Anda terkesan ramah dan terbuka. Adapun anggukan kepala menunjukkan bahwa Anda mendengarkan dan memahami lawan bicara.

Tangan dan lengan

Gerakan tangan dan legan bisa berarti banyak hal. Lengan yang terlipat bisa menunjukkan Anda dalam posisi defensif dan khawatir terhadap orang yang menjadi lawan bicara. Namun, tangan terlipat juga bisa menunjukkan bahwa Anda tidak tertarik dengan tema pembicaraan. Adapun lambaian tangan bisa berarti antusiasme bagi sebagian orang. Tapi, lambaian tangan juga bisa dianggap tanda ketidakmatangan dan ketidakpastian.Sebaiknya Anda tetap membiarkan lengan di samping kanan dan kiri tubuh. Hal itu akan membuat Anda percaya diri, dan tenang.

Posisi dan gerakan tangan saat berbicara juga penting. Di beberapa negara, Anda tidak boleh berbicara sambil memasukkan tangan ke dalam saku, di belakang badan, atau di bawah meja. Hal itu tampak tidak sopan. Selain itu, beberapa orang terganggu jika berbicara dengan orang yang menggunakan tangan saat berbicara. Seperti sedang menggambarkan setiap kata-katanya. Mungkin Anda bisa menggerakkan tangan pada saat ada kata-kata penting yang harus ditekankan. Tapi, jangan terlalu sering. Selain itu, hindari berbicara sambil menggaruk, menggosok leher, atau memainkan rambut.

Postur tubuh

Sejak kecil, Anda disarankan untuk duduk dan berdiri dengan posisi tegak. Hal ini berguna untuk kehidupan Anda sekarang ketika harus berhadapan dengan rekan bisnis. Posisi badan tegak menunjukkan kewaspadaan dan antusiasme. Kalau Anda mencondongkan badan ke arah lawan bicara, maka menunjukkan ketertarikan Anda terhadap tema pembicaraan. Sementara badan yang membungkuk memerlihatkan kalau Anda lelah dan tidak tertarik dengan hal yang dibicaraan. Lagipula, siapa yang mau berbisnis dengan orang yang lesu?

Kaki

Anda bisa melihat kegugupan seseorang dari kakinya. Kalau ada seseorang yang terlalu sering menggerakkan kaki saat duduk di ruang rapat, artinya dia sedang gugup. Selain itu, Anda juga harus memerhatikan diri sendiri. Saat duduk di hadapan atasan atau relasi bisnis, sebaiknya letakkan kedua kaki Anda di lantai. Jika Anda lebih nyaman menyilangkan kaki, maka silangkan pergelangan kaki saja. Jangan sampai menumpangkan satu kaki di atas kaki yang lain. Sebab, lawan bicara bisa salah persepsi. Anda akan tampak sombong dan arogan.

Jarak

Memang sulit mengukur jarak yang tepat saat berbicara. Jika Anda terlalu dekat dengan lawan bicara, maka akan tampak seperti memaksa. Bia Anda terlalu jauh, maka akan dianggap kalau Anda tidak nyaman. Anda bisa mengukur jarak dengan memerhatikan lawan bicara juga. Misalnya, jika dia maju mendekati Anda, berarti Anda membuat jarak terlalu jauh.

Sebenarnya, Anda bisa menunjukkan bahasa tubuh yang baik secara alami. Tapi, jika Anda sering terlibat pertemuan bisnis, maka Anda akan terbiasa dan semakin tampak profesional. Intinya, Anda harus berusaha agar pesan tersampaikan.

(tty)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini