Sejak kecil, Anda disarankan untuk duduk dan berdiri dengan posisi tegak. Hal ini berguna untuk kehidupan Anda sekarang ketika harus berhadapan dengan rekan bisnis. Posisi badan tegak menunjukkan kewaspadaan dan antusiasme. Kalau Anda mencondongkan badan ke arah lawan bicara, maka menunjukkan ketertarikan Anda terhadap tema pembicaraan. Sementara badan yang membungkuk memerlihatkan kalau Anda lelah dan tidak tertarik dengan hal yang dibicaraan. Lagipula, siapa yang mau berbisnis dengan orang yang lesu?
Kaki
Anda bisa melihat kegugupan seseorang dari kakinya. Kalau ada seseorang yang terlalu sering menggerakkan kaki saat duduk di ruang rapat, artinya dia sedang gugup. Selain itu, Anda juga harus memerhatikan diri sendiri. Saat duduk di hadapan atasan atau relasi bisnis, sebaiknya letakkan kedua kaki Anda di lantai. Jika Anda lebih nyaman menyilangkan kaki, maka silangkan pergelangan kaki saja. Jangan sampai menumpangkan satu kaki di atas kaki yang lain. Sebab, lawan bicara bisa salah persepsi. Anda akan tampak sombong dan arogan.
Jarak
Memang sulit mengukur jarak yang tepat saat berbicara. Jika Anda terlalu dekat dengan lawan bicara, maka akan tampak seperti memaksa. Bia Anda terlalu jauh, maka akan dianggap kalau Anda tidak nyaman. Anda bisa mengukur jarak dengan memerhatikan lawan bicara juga. Misalnya, jika dia maju mendekati Anda, berarti Anda membuat jarak terlalu jauh.
Sebenarnya, Anda bisa menunjukkan bahasa tubuh yang baik secara alami. Tapi, jika Anda sering terlibat pertemuan bisnis, maka Anda akan terbiasa dan semakin tampak profesional. Intinya, Anda harus berusaha agar pesan tersampaikan.
(Tuty Ocktaviany)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.