BOGOR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini menerima kunjungan dari Menteri Ekonomi Pendidikan dan Riset Swiss Johann N. Schneider-Ammann di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Turut hadir dalam pertemuan ini Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
Sementara itu, delegasi Swiss juga dihadiri oleh Ambassador of Switzerland to Indonesia Yvonne Baumann, President Swiss Global Enterprise Ruth Metzler-Arnold, Member of Parliament Claude Béglé, President Swiss-Asian Chamber of Commerce Urs Lustenberger.
Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan bilateral antara kedua negara. Diharapkan, hubungan kedua negara dapat meningkat melalui pertemuan ini.
"Presiden menerima kunjungan kehormatan Kepala Departemen Federal bidang Ekonomi, Pendidikan, dan Riset Swiss, Yang Mulia Johann N. Schneider-Ammann, yang sebenarnya beliau juga dulu Presiden Swiss. Kedatangannya adalah untuk tentunya meningkatkan hubungan kerjasama bilateral," kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/7/2017).
Menurutnya, Swiss adalah salah satu negara yang amat potensial bagi Indonesia untuk dapat menjalin kerjasama. Utamanya terkait pendidikan vokasional.
"Tapi sekaligus juga Swiss ini merupakan salah satu negara yang sangat potensial bagi Indonesia. Hal itu terutama hal yang berkaitan dengan pendidikan vokasional," ujarnya.
Menurutnya, hubungan Indonesia dan Swiss saat ini terus mengalami pertumbuhan positif. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya perusahaan asal Swiss yang telah berkembang di Indonesia.
"Tetapi yang paling nyata adalah bilateral hubungan Indonesia dan Swiss ini dalam 3 tahun ini mengalami kenaikan hampir 283%. Banyak sekali perusahaan-perusahaan Swiss di Indonesia yang menjadi unggulan atau leading dalam bidangnya," ujarnya.
Swiss pun telah menawarkan Indonesia hubungan kerjasama pada sektor vokasional. Sektor pendidikan dan politeknik ini nantinya akan dikembangkan secara bersama antara kedua negara.
"Tadi Swiss menawarkan kepada kita Indonesia untuk menindaklanjuti kerjasama, terutama di bidang pendidikan vokasional, kemudian politeknik, dan sebagainya, dan sebagainya," ujarnya.
Hubungan kerjasama ini diharapkan dapat terus berlanjut. Diharapkan, hubungan kerjasama ini dapat memberikan pengaruh positif bagi Indonesia maupun Swiss.
"Selain itu juga kemarin telah diresmikan Swiss-Bussiness Hub, kepentingan Swiss di region South East Asia ini, dan ininya ada di Indonesia, di Jakarta" tutupnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.