nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gawat! Pelemahan Daya Beli dan E-Commerce Ancam Kinerja Emiten Retail

Trio Hamdani, Jurnalis · Kamis 20 Juli 2017 06:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 07 19 278 1739715 gawat-pelemahan-daya-beli-dan-e-commerce-ancam-kinerja-emiten-retail-lcAbp5UpDP.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Daya beli masyarakat cenderung menurun saat ini. Kondisi ini membuat bisnis di bidang retail agak terpengaruh. Mau tidak mau dampaknya juga dirasa bagi emiten retail.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan melemahnya daya beli masyarakat membuat mereka lebih selektif dalam mengalokasikan dananya untuk berlaku konsumtif. Kata dia, hadirnya e-commerce juga memberi efek bagi emiten retail.

"Adanya online juga cukup membuat peralihan minat beli masyarakat, meski masih ada juga yang beli langsung ke gerai retail," katanya ketika dihubungi Okezone di Jakarta.

Reza mengatakan, meski terpengaruh adanya pelemahan daya beli dan kehadiran bisnis online, setidaknya retail yang segmentasi konsumennya kalangan menengah bawah masih mampu bertahan.

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) selaku pemegang gerai merek Alfamart kemudian PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) dengan gerai Indomaret yang dimilikinya, menurut dia masih mampu mempertahankan pangsa pasarnya.

"Retail kelas mid to low (menengah ke bawah) seperti Indomaret, Alfamart, mungkin masih bertahan seiring masih adanya daya beli masyarakat," jelasnya lebih jauh.

Dia menilai, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC), PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), dan peretail kelas atas lainnya perlu menyikapi dengan baik adanya pelemahan daya beli masyarakat seperti yang terjadi saat ini.

"Mungkin gerai-gerai besar seperti MAPI dengan barang-barang brand-nya, RANC, ACES, dan lainnya yang perlu mewaspadai perkembangan zaman dan selektifnya minat beli masyarakat," ujarnya.

Pemain brand-brand ternama itu, kata Reza, perlu menahan diri untuk melakukan ekspansi atau menambah gerainya. Ketimbang berlaku ekspansif, dia lebih menyarankan agar emiten itu meningkatkan pelayanan berbasis online-nya.

"Saat ini belum semuanya (menerapkan online). Lagi pula belum banyak masyarakat juga yang pakai online. Di kota-kota besar saja kan enggak semua pakai online," tukasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini