Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Mau Kalah dari China, Jepang Ajukan Diri Bangun Kereta Cepat hingga MRT

Trio Hamdani , Jurnalis-Selasa, 25 Juli 2017 |16:23 WIB
Tak Mau Kalah dari China, Jepang Ajukan Diri Bangun Kereta Cepat hingga MRT
Ilustrasi MRT. (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan melakukan pertemuan dengan President of Japan Internasional Cooperation Agency (JICA/Badan Kerjasama Internasional Jepang) Shinichi Kitaoka, hari ini. Keduanya membahas perihal proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya.

Luhut mengatakan, kedatangan perwakilan dari pihak Jepang itu dalam rangka membicarakan investasi. Menurutnya, Jepang ingin lebih dilibatkan dalam penggarapan proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya ke depannya. Pasalnya, saat ini beberapa proyek kereta cepat sudah ditangani oleh China.

"JICA tadi saya hanya bicara mereka mau ngomong pengin lebih tampil lagi di Indonesia. Tadi kita bicara soal Jakarta-Surabaya. MRT Timur ke Barat, terus kemudian Jakarta-Surabaya," kata Luhut di kantornya, Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Sampai saat ini, kedua negara yakni Indonesia dan Jepang, masih menjajaki studi terkait penggarapan proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya. "Ya, lagi studinya kan belum selesai dengan JICA, dengan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi)," paparnya.

Ditemui di tempat yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Bidang Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin mengatakan, kereta cepat Jakarta-Surabaya studinya tengah dilakukan. Dia mengatakan, Kementerian Perhubungan meminta dukungan teknis dari BPPT untuk melakukan kajian.

"Kajian sedang dilakukan. Hasil-hasil awal baru indikasi-indikasi. Expert-nya JICA juga berpartisipasi. Intinya kita sedang dalam tahap persiapan," terangnya.

Indikasi yang ditemukan, kata dia salah satunya terkait kecepatan yang bakal diaplikasikan di kereta Jakarta-Surabaya, kemudian mengenai bahan bakar yang bakal digunakan dan lain sebagainya. "(Dari kecepatan), sekarang sih konsepnya masih 160 kilometer (km) per jam," tukasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement