Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Freeport Diminta Terbitkan Saham Baru untuk Divestasi, Bagaimana Mekanismenya?

Trio Hamdani , Jurnalis-Rabu, 26 Juli 2017 |14:38 WIB
Freeport Diminta Terbitkan Saham Baru untuk Divestasi, Bagaimana Mekanismenya?
Ilustrasi (Foto : Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Indonesia masih berupaya untuk memperjuangkan kepemilikan saham mayoritas di PT Freeport Indonesia yang hingga saat ini masih berjalan alot.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Keuangan beserta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara intensif telah membahas bersama persoalan tersebut. Sebab hingga saat, Indonesia baru memiliki saham Freeport Indonesia di bawah 10%.

"Terkait divestasi, sekarang masih ditindaklanjuti oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN bahwa sampai sekarang keinginan pemerintah itu idealnya 51% yang nanti ini kan memang dimiliki oleh Indonesia, kurang lebih baru 9,36%, masih sisa sekian, 41%," kata Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Teguh Pamudji di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (26/7/2017).

Untuk merealisasikan Indonesia sebagai pemegang saham mayoritas dengan kepemilikam saham di atas 51%, Indonesia meminta Freeport menerbitkan saham baru. Saham baru itu nantinya bakal dibeli oleh Indonesia.

"Saham nanti pembeliannya, akan diterbitkan saham baru. Jadi bukan saham yang dimiliki Freeport sekarang (yang dibeli Indonesia) tapi dengan menerbitkan saham baru,” lanjutnya.

Adapun harga saham baru yang nanti diterbitkan oleh Freeport Indonesia, dia mengatakan akan menyerahkan kepada Independent Value. Independent Value itu yang nantinya kata dia akan memformulasikan berapa harga saham baru itu.

"Kita maunya seketika, kalau bisa sekarang (membeli saham Freeport Indonesia) tapi kan uangnya besar. Keinginan dari Freeport bertahap, nah ini masih dalam proses perundingan," tukasnya.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement