MEDAN – Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan kepada PT Pertamina (Persero) untuk menerapkan bahan bakar minyak (BBM) satu harga di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah-wilayah terpencil dan pulau terluar seperti Kepulauan Mentawai dan Nias.
Namun sepertinya instruksi tersebut masih sulit dilakukan karena ada beberapa faktor penghalang. General Manager Pertamina Marketing Operation Region I-Sumatera Bagian Utara, Erry Widiastomo mengatakan, penerapan BBM satu harga harus didukung dengan penyediaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah-wilayah sasaran BBM satu harga.
Sejauh ini, penyediaan SPBU itu sulit dilakukan karena persoalan perizinan dari pemerintah daerah (pemda). Selain itu, Pertamina juga kesulitan menemukan investor untuk membangun SPBU tersebut.
“Ternyata tidak semudah yang kita bayangkan untuk mencari investor yang mau mendirikan SPBU di sana. Di sisi lain kita juga masih sulit terkait perizinan. Sebenarnya kalau dua ini bisa kita dapatkan secepatnya, maka ini (BBM satu harga) bisa kita bisa segera (realisasikan). Makanya khusus di Mentawai, kami menghimbau kepada Pemda untuk merealisasikan izinnya,” ujar Erry, Jumat (28/7/2017).
“Sebenarnya sudah ada kita rencanakan, tapi izinnya belum ada. Komunikasi sudah, tapi kita enggak tahu kenapa mereka belum terbitkan,” tambahnya.
Erry lebih lanjut mengatakan, pihaknya bisa saja mendirikan SPBU yang dikelola oleh Pertamina sendiri, atau yang sering disebut sebagai SPBU COCO (Company Own Company Operated). Namun dengan prinsip untuk perkembangan daerah, Pertamina akan tetap mengedepankan investor lokal.
“Kita ingin berkembang kalau ada investor lokal, karena jika ada investor lokal, daerahnya juga akan terbangun. Kita utamakan lokal lah, kita lebih senang. Sekarang kan ada pengecer di sana. Kita juga sudah tawari untuk membuka SPBU, tapi memang tidak mudah,” tukasnya. (ded)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.