RAHASIA SUKSES: Eduardo Saverin, Orang Terkaya yang Juga "Anak Haram" Facebook

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Sabtu 29 Juli 2017 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 29 320 1746290 rahasia-sukses-eduardo-saverin-orang-terkaya-yang-juga-anak-haram-facebook-cyNNfhFOe3.jpg Ilustrasi: Reuters

JAKARTA - Forbes menerbitkan daftar 50 orang terkaya di Singapura pada 2017. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Eduardo Saverin, yang kekayaannya meningkat berkat peningkatan saham Facebook Inc.

Pengusaha internet Eduardo Saverin adalah salah satu pendiri Facebook yang memiliki kekayaan bersih sebesar USD2 miliar, dia pun masuk di antara 25 taipan teknologi terkaya di dunia.

Eduardo Saverin lahir dari keluarga kaya pada 13 Maret 1982 di São Paulo, Brasil. Mereka pindah ke AS pada 1993 dan menetap di Miami, Florida. Saverin kemudian masuk ke Gulliver Preparatory School dan mengambil kuliah di Universitas Harvard, di mana dia menjadi bagian dari banyak klub bergengsi seperti Phoenix S.K Club, Alpha Epsilon Pi dan juga Asosiasi Investasi Harvard.

Pada 2006, dia lulus menyandang gelar cum laude di bidang ekonomi. Ketika masih di Harvard, dia juga menginvestasikan USD300.000 di industri minyak. Kecerdasan investasinya memang sudah ada sejak awal.

Di Harvard, dia bertemu dengan Mark Zuckerburg yang merupakan mahasiswa tingkat dua pada saat itu. Bersama-sama mereka membahas kebutuhan akan situs jejaring sosial dan meluncurkan Facebook pada 2004.

Saverin mengambil peran sebagai manajer bisnis dan chief financial officer Facebook. Seiring meluasnya situs, konflik meningkat di antara kedua pendiri sehingga mengurangi porsi saham Saverin di situs jejaring sosial tersebut dari 34,4% menjadi 0,03%.

Oleh karena itu, dia pun mengajukan tuntutan hukum terhadap Facebook, karena merasa dicurangi. Pasalnya, pendiri Facebook Marck Zuckerburg, dalam sebuah e-mail mengeluarkan statement bahwa Saverin sudah tidak lagi memilki hubungan dengan Facebook.

Meski demikian, perselisihan tersebut akhirnya terselesaikan di luar pengadilan dan Saverin pun diakui sebagai salah satu pendiri Facebook. Setelah penyelesaian dia juga menandatangani kontrak non-disclosure.

Dalam sebuah wawancaranya dengan majalah Forbes, Saverin mengatakan bahwa tidak ada perselisihan antara dia dan Zuckerburg. Meski begitu, dia mengatakan tidak memiliki pandangan positif tentang Zuckerburg. Sejak 2010 Saverin telah menjual saham Facebook USD250 juta ke investor seperti Digital Sky Technologies dan Sharespost.

Prestasinya sebagai investor telah berkontribusi terhadap tingkat kekayaannya saat ini. Pada 2011, dia pun melepas kewarganegaraan Amerikanya, ini jelas merupakan langkah cerdas Saverin untuk menghindari pajak capital gain.

Namun, Saverin berkelit dan mengatakan bahwa keputusan untuk menjadi ekspatriat hanya berdasarkan minat dia untuk bekerja dan tinggal di Singapura, tempat ia tinggal sejak 2009.

Namun langkah ini tidak membuat dia menjauhi perusahaan Amerika. Dia juga berinvestasi di teknologi startup Amerika seperti Crowdmob, situs promotor aplikasi, ShopSavvy, Qwiki, dan Jumio.

Tapi, investasinya di Facebook-lah yang telah mengubahnya menjadi miliarder dan karena investasinya yang lain baru-baru ini, masih terlalu dini untuk memastikan apakah hasilnya terbukti bermanfaat.

Dia juga mengatakan kepada Forbes bahwa akhir-akhir ini dia telah banyak berinvestasi dan selain dari AS, dia juga ingin berinvestasi di Brasil, karena dari di situlah tanah kelahirannya. Tapi, investasi tersebut harus berhubungan dengan teknologi.

Dia juga masuk dalam film 'The Social Network' 2010 yang menceritakan tentang dua pendiri Facebook. Namun Saverin menyangkal kebenaran dalam kisah tersebut dan menolak gambaran itu sebagai sebuah 'fantasi Hollywood'. Dia tinggal di Singapura sejak 2009, tempat ia menjalani gaya hidup mewah dengan miliaran dolar dikeluarkan

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini