JAKARTA - PT Ayana Land Internasional hari ini resmi melantai di pasar modal. Perseroan mematok harga penawaran saham perdana sebesar Rp103 per saham dengan nilai nominal saham sebesar Rp100.
Pada perdagangan perdananya, emiten dengan kode NASA ini stagnan pada harga penawaran di level Rp103. Menghasilkan total frekuensi 2 kali dengan volume 3 lot serta menghasilkan nilai transaksi Rp52.500
Baca juga: IPO, Ayana Land Siap 'Bangun Fondasi' di Pasar Modal Hari Ini
Belum terlihat aktivitas transaksi pada saham NASA. Namun jeda lima menit kemudian, saham NASA terlihat meroket ke level Rp175 per saham atau mengalami kenaikan 72 poin (69,9%).
Padahal, selama gelaran penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), saham emiten properti dan perhotelan ini mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 110 kali.
Baca juga: Jadi Solusi Pendanaan, Minat IPO Masih Tinggi di Semester II
Presiden Direktur Erwin Kusnadi mengatakan bahwa perseroan telah melewati berbagai proses untuk melantai dan menjadi anggota Bursa Efek Indonesia.
"Kami terus mengedepankan inovasi dan menjaga keberlangsungan proyek kami yang beragam," ujarnya di Gedung BEI, Senin (7/8/2017).
Perseroan menawarkan saham perdana di pasar sebanyak-banyaknya 3 miliar saham atau 27,27% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Dengan harga pelaksanaan tersebut, emiten properti ini meraih dana segar sekira Rp309 miliar melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO).
Baca juga: Waduh! Perusahaan IPO Indonesia Terbanyak tapi Dananya Paling Minim
Menurut Erwin, 25% dana yang diperoleh dari IPO ini akan dipergunakan untuk peningkatan penyertaan modal dari entitas anak PT Ayana Hotel Indonesia serta PT Samudera Parama Avirodha.
"Sedangkan sisanya sebesar 75% akan digunakan untuk penambahan modal entitas anak PT Ayana Property," tambah dia.
Perusahaan secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak 2,7 miliar lembar waran Seri I atau 33,75% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh. Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham saat penjatahan penawaran umum yang dilakukan oleh penjamin pelaksana emisi efek pada tanggal penjatahan.
Setiap pemegang 10 saham baru perusahaan berhak memperoleh 9 waran Seri I, di mana setiap 1 waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel. Waran yang diterbitkan mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama tiga tahun.
Ayana Land telah menunjuk PT Jasa Utama Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sedangkan penjamin emisi efek lainnya di antaranya PT Erdhika Elit Sekuritas, PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk, dan PT Profindo Sekuritas Indonesia.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.