Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terbitkan Waran, Investor Pilih Tahan Saham Ayana Land

Ulfa Arieza , Jurnalis-Senin, 07 Agustus 2017 |11:32 WIB
Terbitkan Waran, Investor Pilih Tahan Saham Ayana Land
Foto: Ulfa/Okezone
A
A
A

JAKARTA - Pada perdagangan perdananya di pasar modal, saham PT Ayana Land Internasional tampak bergerak stagnan di level penawaran Rp103.

Belum terlihat aktivitas transaksi pada saham dengan kode NASA ini. Namun jeda lima menit kemudian, saham NASA terlihat meroket ke level Rp175 per saham atau mengalami kenaikan Rp72 (69,9%).

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia Samsul Hidayat menjelaskan, tertahannya saham NASA pada pembukaan perdagangan bukan disebabkan kurangnya peminat.

Sebaliknya, Samsul menilai investor pemilik saham emiten properti dan perhotelan ini cenderung menahan saham mereka.

Baca Juga: IPO, Ayana Land Siap 'Bangun Fondasi' di Pasar Modal Hari Ini

"Ini kan kelihatannya enggak banyak investor yang mau lepas sahamnya. Penawaran umumnya juga oversubscribed banyak," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (7/8/2017).

Sebagaimana diketahui, selama gelaran penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), saham NASA mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 110 kali.

Supaya laris di pasaran, perseroan juga menerbitkan secara bersamaan 2,7 miliar lembar waran Seri I atau 33,75% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh.

Langkah perseroan untuk memberikan insentif ini, menurut Samsul cukup efektif. Terbukti, investor berpikir ulang untuk melepas saham mereka di pasar.

Baca Juga: IPO, Kirana Megatara Jadi Emiten ke 547 di Bursa Efek

"Karena enggak ada yang mau jual, orang yang mau beli banyak, tapi sayang kalau dijual semua karena kan ada sweetener-nya ada waran Rp105 itu jadi kalau punya 10 saham dapat 9 waran," terang Samsul.

Sebagai catatan, waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham saat penjatahan penawaran umum yang dilakukan oleh penjamin pelaksana emisi efek pada tanggal penjatahan.

Setiap pemegang 10 saham baru, perusahaan berhak memperoleh 9 waran Seri I, di mana setiap 1 waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel. Waran yang diterbitkan mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama tiga tahun.

Baca Juga: Keren! Saham Ayana Land Meroket 69% di Perdagangan Perdananya

Perseroan menawarkan saham perdana di pasar sebanyak-banyaknya 3 miliar saham atau 27,27% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Dengan harga pelaksanaan tersebut, emiten properti ini meraih dana segar sekira Rp309 miliar melalui penawaran umum perdana. 

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement